Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bulog Sumsel Babel Serap 131 Ribu Ton Beras, Stok Aman hingga Awal 2027

Bulog Sumsel Babel menyerap 131 ribu ton beras hingga Oktober 2026. Stok 88.709 ton dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga awal 2027.

Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel menyerap 131 ribu ton beras atau 75,9 persen dari target 172 ribu ton hingga 8 Oktober 2026. Pihaknya menjamin ketersediaan cadangan pangan aman hingga awal 2027. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel menyerap 131 ribu ton beras atau 75,9 persen dari target 172 ribu ton hingga 8 Oktober 2026. Pihaknya menjamin ketersediaan cadangan pangan aman hingga awal 2027. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel menyerap 131 ribu ton beras atau 75,9 persen dari target 172 ribu ton hingga 8 Oktober 2026. Pihaknya menjamin ketersediaan cadangan pangan aman hingga awal 2027.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel, Ihsan menyampaikan jika pihaknya sangat optimistis target pengadaan tersebut dapat terpenuhi sepenuhnya menjelang akhir tahun.

“Target kami 172 ribu ton beras pada 2026. Realisasi per 8 Oktober sudah mencapai 131 ribu ton atau 75,9 persen,” ujar Ihsan, Jumat (9/10/2026).

Ia merincikan total ketersediaan stok beras di gudang Bulog Sumsel Babel saat ini berada di angka 88.709,37 ton.

Jumlah tersebut dinilai sangat aman dan dipastikan mampu mencukupi kebutuhan pasar, serta stabilisasi harga hingga musim panen raya berikutnya tiba pada Januari 2027.

Menurutnya, kondisi musim kemarau pada semester kedua tahun ini turut membawa keuntungan tersendiri bagi kualitas hasil panen. Kadar air pada gabah yang diserap menjadi lebih terjaga dan memenuhi standar kualitas pengadaan.

Selain itu, lahan lebak yang mulai mengering di berbagai wilayah Sumsel dimanfaatkan petani untuk menggenjot produktivitas padi.

Kondisi ini memberikan ruang bagi Bulog untuk memperluas serapan hasil tani lokal sekaligus menjaga gairah berusaha para petani.

“Kondisi tersebut membuat petani semakin bergairah mengembangkan usaha pertanian,” terangnya.

Sementara itu, skala nasional turut mencatatkan rekor historis baru di bawah kepemimpinan Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Realisasi pengadaan beras secara nasional per 8 Oktober 2026 telah menembus angka 4.115.014 ton setara beras. Capaian tersebut merepresentasikan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebanyak empat juta ton.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian bersejarah ini.

Ia menilai jika angka tersebut sudah melampaui rekor tertinggi yang pernah dicatatkan lembaga sebelumnya.

“Capaian lebih dari empat juta ton setara beras ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang Bulog berdiri,” katanya.

Keberhasilan penyerapan pangan nasional ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh insan Bulog di berbagai daerah. Mereka turun langsung mendampingi para petani di lapangan.

“Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak,” jelasnya.

Ia menegaskan jika Bulog akan terus memperkuat operasional dari hulu hingga hilir guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun melalui kolaborasi dan inovasi demi mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait