Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Luapan Hati Rut Mei Hutagalung Korban Bencana Tapteng, Rumah Hancur hingga Tinggal di Gubuk 3 Meter Bersama Balita

Rut Mei, korban Tapteng, tinggal di gubuk 3m bersama 4 anak usai rumah hancur kena longsor. Sedih & butuh bantuan.

Rut Mei Hutagalung (35), seorang ibu rumah tangga korban bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (17/12/2025). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/Nusantaraterkini.co)
Rut Mei Hutagalung (35), seorang ibu rumah tangga korban bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (17/12/2025). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, Seorang ibu rumah tangga meluapkan isi hatinya, sebagai korban bencana banjir dan tanah longsor 23 hari lalu, saat rumah yang ia tempati hancur sudah, di Kelurahan , Kecamatan Pandan, Kabupaten .

25 November 2025 menjadi tanggal yang tak pernah dilupakan, (35) dimana rumah yang ia tempati bersama suami dan keempat orang anaknya diterjang longsor dan banjir.

Setelah selama 3 hari mengungsi di sebuah masjid di lingkungan PLN Nusantara Power, Kelurahan , mereka akhirnya mendirikan gubuk di pinggiran persawahan yang mereka kerjakan sendiri.

Ukuran Gubuk yang tidak layak, panjang 3 meter dan lebar 3 meter, tanpa dinding papan hanya dibalut dengan tenda bekas alas jemur padi yang sering dipakai apabila musim panen padi, menjadi pemandangan yang memilukan.

Baca Juga : Update Bencana Tapteng: Korban Tewas Capai 131 Jiwa, Delapan Desa Masih Terisolasi

Dalam menafkahi keempat anaknya, selama ini menjadi kenek bangunan bersama sang suami. Dua anaknya telah bersekolah dan dua orang lagi masih balita.

Rut Mei mengungkapkan, ia dan suami terpaksa mendirikan pondok seadanya, karena tidak memiliki uang lagi.

"Keuangan kita sudah menipis, apa lagi situasi pascabanjir dan longsor tidak bisa bekerja," ucapnya, Rabu (17/12/2015).

"Kalau tidak ada pasokan bantuan baik pemerintah, swasta dan orang baik tidak tau kita makan dari mana," timpal Rut Mei.

Baca Juga : BNPB Percepat Pemulihan Akses Bencana Sumut: Total Korban Wafat 360 Jiwa, 28 Ribu Rumah Rusak

Ia dengan berlinang air mata mengungkapkan setelah ini tak tahu harus berbuat apa lagi.

"Saya punya anak kecil dua orang, setiap malam disini banyak nyamuk dan tadi aja ular yang melintas, nggak tau mau buat apa lagi," ujarnya sambil menyeka air matanya.

Hingga saat ini mereka tidak punya uang sama sekali, hanya bantuan yang datang dipergunakan setiap hari. Sawah yang telah ditanami pun belum sempat panen sudah ditimbun longsoran tanah.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru