Luapan Hati Rut Mei Hutagalung Korban Bencana Tapteng, Rumah Hancur hingga Tinggal di Gubuk 3 Meter Bersama Balita
Rut Mei, korban Tapteng, tinggal di gubuk 3m bersama 4 anak usai rumah hancur kena longsor. Sedih & butuh bantuan.
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Seorang ibu rumah tangga meluapkan isi hatinya, sebagai korban bencana banjir dan tanah longsor 23 hari lalu, saat rumah yang ia tempati hancur sudah, di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
25 November 2025 menjadi tanggal yang tak pernah dilupakan, Rut Mei Hutagalung (35) dimana rumah yang ia tempati bersama suami dan keempat orang anaknya diterjang longsor dan banjir.
Setelah selama 3 hari mengungsi di sebuah masjid di lingkungan PLN Nusantara Power, Kelurahan Sibuluan Terpadu, mereka akhirnya mendirikan gubuk di pinggiran persawahan yang mereka kerjakan sendiri.
Ukuran Gubuk yang tidak layak, panjang 3 meter dan lebar 3 meter, tanpa dinding papan hanya dibalut dengan tenda bekas alas jemur padi yang sering dipakai apabila musim panen padi, menjadi pemandangan yang memilukan.
Baca Juga : Update Bencana Tapteng: Korban Tewas Capai 131 Jiwa, Delapan Desa Masih Terisolasi
Dalam menafkahi keempat anaknya, selama ini Rut Mei Hutagalung menjadi kenek bangunan bersama sang suami. Dua anaknya telah bersekolah dan dua orang lagi masih balita.
Rut Mei mengungkapkan, ia dan suami terpaksa mendirikan pondok seadanya, karena tidak memiliki uang lagi.
"Keuangan kita sudah menipis, apa lagi situasi pascabanjir dan longsor tidak bisa bekerja," ucapnya, Rabu (17/12/2015).
"Kalau tidak ada pasokan bantuan baik pemerintah, swasta dan orang baik tidak tau kita makan dari mana," timpal Rut Mei.
Baca Juga : BNPB Percepat Pemulihan Akses Bencana Sumut: Total Korban Wafat 360 Jiwa, 28 Ribu Rumah Rusak
Ia dengan berlinang air mata mengungkapkan setelah ini tak tahu harus berbuat apa lagi.
"Saya punya anak kecil dua orang, setiap malam disini banyak nyamuk dan tadi aja ular yang melintas, nggak tau mau buat apa lagi," ujarnya sambil menyeka air matanya.
Hingga saat ini mereka tidak punya uang sama sekali, hanya bantuan yang datang dipergunakan setiap hari. Sawah yang telah ditanami pun belum sempat panen sudah ditimbun longsoran tanah.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·55 menit yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan