Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Belum Terima Bantuan Pascabanjir, P Sinaga Warga Tapteng Tetap Kibarkan Merah Putih sebagai Bukti Cinta NKRI

Korban banjir Tapteng, P Sinaga, tetap kibarkan Merah Putih meski belum menerima bantuan pascabencana banjir dan longsor 2025.

Rumah P. Sinaga (36) dan isteri Boru Tambunan, di lorong 3 Pasir Bidang, Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, tampak bendera NKRI dikibarkan di depan rumah, meskipun bantuan bencana belum juga ia terima, Rabu (10/06/2026). (Foto: jasman julius mendrofa/nusantaraterkini.co).
Rumah P. Sinaga (36) dan isteri Boru Tambunan, di lorong 3 Pasir Bidang, Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, tampak bendera NKRI dikibarkan di depan rumah, meskipun bantuan bencana belum juga ia terima, Rabu (10/06/2026). (Foto: jasman julius mendrofa/nusantaraterkini.co).
A A

Nusantaraterkini.co, TAPTENG – Semangat nasionalisme tetap ditunjukkan P. Sinaga (36), warga Kelurahan , Lorong 3 Pasir Bidang, , Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meski hingga kini dirinya belum menerima bantuan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut pada 25 November 2025 lalu.

Di depan rumah sederhana yang kini ditempatinya bersama sang istri, Boru Tambunan, bendera tampak tetap berkibar. Bagi P. Sinaga, mengibarkan Sang Saka Merah Putih merupakan bentuk kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (), terlepas dari kondisi sulit yang masih ia hadapi.

"Saya masih warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada alasan khusus, saya hanya tetap ingin mengibarkan bendera," ujar P. Sinaga saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima sejumlah bantuan yang dijanjikan pascabencana, seperti Jaminan Hidup (Jadup), bantuan penggantian perabot rumah tangga, bantuan stimulan ekonomi, maupun bantuan untuk rumah yang mengalami kerusakan.

Meski hidup dalam keterbatasan, P. Sinaga bersama beberapa warga lainnya memilih tetap bertahan di kawasan tersebut. Padahal, saat hujan deras turun, wilayah itu masih berpotensi mengalami banjir.

"Kalau hujan deras, banjir masih sering terjadi. Kami berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat segera memberikan solusi dan mempercepat penanganan masalah ini," katanya.

Saat ini, P. Sinaga menempati rumah pinjaman setelah rumah miliknya rusak parah akibat banjir susulan yang terjadi beberapa waktu lalu. Lokasi rumah yang rusak itu hanya berjarak sekitar 15 meter dari tempat tinggal sementaranya sekarang.

Kelurahan menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tersebut. Selain rumah warga yang tertimbun lumpur, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan jembatan juga mengalami kerusakan dan hingga kini masih membutuhkan perbaikan.

Masyarakat terdampak berharap proses penanganan dan penyaluran bantuan pascabencana dapat dipercepat. Mereka menilai pemulihan kondisi warga tidak boleh berlarut-larut mengingat banyak keluarga yang masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana yang terjadi berbulan-bulan lalu.

(Jjm/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru