Nusantaraterkini.co, TAPANULI UTARA - Sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 31 lainnya dinyatakan hilang akibat bencana longsor yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Polres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, saat meninjau lokasi longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Jumat (28/11/2025).
"Di desa Sibalanga diduga masih ada korban yang tertimbun, kita belum tahu jumlahnya secara valid," ucap Ernis saat diwawancarai di lokasi, Jumat siang.
Baca Juga : Longsor Bandung Barat Telan Korban, DPR Desak Basarnas Bergerak Cepat: Negara Jangan Lamban
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 14. 30 WIB, petugas dari Damkar, Polisi, dan TNI memulai pencarian para korban. Mereka menggunakan cangkul dan bantuan pompa air dari mobil damkar. Hingga Jumat sekitar pukul 15.40 WIB, sebanyak dua orang ditemukan meninggal.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga merusak sebanyak 11 rumah warga desa Sibalanga. Dan juga memutus akses jalan di beberapa titik.
"Proses evakuasi material longsor hanya sampai Desa Pasikaman saja, lewat dari situ sudah masuk wilayah Tapanuli Tengah," ujar Ernis.
Baca Juga : Penyintas Bencana Tapteng Tolak Relokasi, Pemkab: Tidak kita Paksa
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
