Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Legislator Nilai Masalah KDRT Itu Persoalan Global

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Iskan Qolba Lubis. (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis mengatakan, masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sesungguhnya adalah persoalan global.

“Masalah tentang KDRT, istri ini yang kerap menjadi korban, memang itu global juga ya, banyak terjadi di mana-mana, makin meningkat,” ujar Iskan, Jumat (6/9/2024).

Baca Juga : Berawal dari Adu Mulut, Seorang Suami di Paluta Tega Bakar Istri Menggunakan Pertamax ​

Menurut Iskan faktor keterbatasan anggaran kepada Kementerian terkait juga memengaruhi, sehingga berbagai kasus KDRT meningkat, selain faktor lainnya.

Baca Juga : Istri Laporkan Anggota DPR RI ke MKD, Dugaan KDRT hingga Pelanggaran Kode Etik Mengemuka

“Bagaimana DPR melihat ini? Dari segi regulasi sebetulnya sudah cukup lumayanlah, ya sudah ada undang-undangnya, kemudian juga ini kita sudah membuat juga undang-undang seribu hari masa tumbuh kembang anak. Jadi karena itu banyak terjadi di apa itu stunting itu kan karena kurang perhatian di masa hamil, ya itu juga kekerasan sama anak ya,” katanya.

“Jadi kita melihat perlu undang-undang ini dibuat, dan juga tentang kasus-kasus yang terjadi juga sebetulnya selain ada undang-undang KDRT ada juga perdagangan orang dan juga terjadi bisa sepertinya menuntut ke pidana umum juga,” jelas Iskan.

Baca Juga : Komisi II Kecam Kekerasan dalam Demo di Jayapura, Minta Aparat Ungkap Aktor Intelektual

Dia pun mempertanyakan alasan KDRT itu terus berulang. Menurutnya, perlu dilihar dulu alur permasalahannya dari hulu sampai hilir agar ditemukan solusinya.

Baca Juga : Kasus Kepsek Tampar Siswa Merokok Berakhir Damai, Komisi X: Tegakkan Disiplin Tanpa Kekerasan

“Bagaimana sih permasalahannya, kalau saya lihat ada permasalahan itu di hulu dan di hilir, di hulu itu begini masyarakat menganggap ya laki-laki itu super gitu ya maka dia harus menguasai perempuan, nah sebaliknya juga perempuan juga menganggap dia lemah ya jadi merangkap dilema yang harus dilindungi gitu,” tegasnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden