Legislator Ingatkan Ketahanan Energi Nasional di 2026 dapat Berhasil Asalkan Bukan Eksploitasi
Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo mengingatkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyusun arah kebijakan penguatan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo mengingatkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyusun arah kebijakan penguatan ketahanan energi nasional di tahun 2026 dengan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dan pengendalian produksi mineral batubara.
Sartono mengingatkan, langkah Kementerian ESDM untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan produksi minyak- gas bumi (migas) dan pengendalian produksi mineral batubara dapat berhasil asalkan fokus pada optimalisasi, bukan eksploitasi yang tidak terukur dan berlebihan.
“Diimbangi dengan regulasi stabil dan insentif tepat sasaran, dan seluruh kebijakan terhubung dengan roadmap transisi energi nasional,” kata Sartono, Kamis (1/1/2026).
Lebih lanjut Sartono menjelaskan, tantangan dari penguatan ketahanan energi nasional dengan meningkatkan produksi migas dan pengendalian produksi mineral batubara bukan hanya pada konsep tapi juga konsistensi kebijakan.
Tak hanya itu, kata Sartono, tantangan dari langkah tersebut antara lain ialah menyangkut ketegasan pengawasan serta keberanian untuk memastikan bahwa setiap barel migas hingga ton batubara digunakan untuk kemakmuran rakyat dan keberlanjutan bangsa.
“Karena langkah dalam menggenjot migas dan mengendalikan batubara bukan kontradiksi, melainkan strategi adaptif. Inilah upaya menjaga energi hari ini, sembari menyiapkan fondasi energi masa depan,” ujar anggota MKD DPR ini.
Sartono menekankan, langkah penguatan ketahanan energi nasional dengan meningkatkan produksi minyak-gas bumi (migas) dan pengendalian produksi mineral batubara dapat dijalankan dengan perhitungan yang jujur, matang, hingga realistis.
Legislator dapil Jatim VII ini menilai, hal tersebut sangat perlu dipastikan oleh Kementerian ESDM agar tidak menimbulkan harapan berlebihan di tengah kondisi lapangan migas yang semakin menantang/tua dan memunculkan tindakan koruptif.
“Negara perlu memastikan bahwa peningkatan produksi benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak atau menambah beban fiskal di kemudian hari,” pungkas politisi Partai Demokrat ini.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun arah kebijakan sektor energi yang akan dijalankan mulai 2026.
Fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas), percepatan transisi energi, serta pengendalian produksi mineral dan batubara agar tetap sejalan dengan dinamika pasar global.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, program Kementerian ESDM pada 2026 akan menitikberatkan pada peningkatan kemandirian energi.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan