Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Krisis Air Bersih, Pengungsi di Aceh Tamiang Terpaksa Jalan Kaki 3 Km untuk Dapatkan Bantuan Air Minum

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah pengungsi di Aceh Tamiang berjalan kaki untuk mendapatkan air minum, Jumat (5/12/2025). (Foto: Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Masih sulitnya mendapatkan air bersih pascabanjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah warga yang berada di posko pengungsian, terpaksa harus berjalan kaki jauh untuk bisa mendapatkan air minum yang di bagikan Brimob Polda Aceh.

Sejumlah warga dari berbagai posko pengungsian, terpaksa harus berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 Km untuk bisa mendapatkan pasokan air minum yang dibagikan di depan Mapolres Aceh Tamiang, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (5/12/2025) sore.

Baca Juga : Wapres Gibran Kunjungi Aceh Singkil, Tekankan Percepatan Penanganan Banjir

Hal ini lantaran masih sulitnya pasokan air bersih khususnya air mineral untuk minum yang tersedia di sejumlah posko pengungsian yang ada saat ini.

Meskipun sejumlah bantuan logistik seperti bahan makanan dan air mineral sudah mulai banyak yang berdatangan ke Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, pemerintah dan aparat TNI/Polri masih kesulitan untuk mendistribusikannya ke sejumlah titik pengungsian lantaran minimnya kendaraan yang ada.

Karenanya, dengan keterbatasan yang ada, pemerintah pun memberlakukan kebijakan seluruh bahan logistik yang masuk untuk di pusatkan di posko utama.

Baca Juga : 350 Personil Brimob Polda Aceh Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Aceh Tamiang

Sementara, untuk posko lainnya dapat diambil langsung oleh pihak desa dan dibagikan ke pengungsian yang ada dj desa masing-masing.

Tia, salah seorang pengungsi mengatakan, jika dirinya terpaksa harus berjalan kaki lebih dari dua kilometer untuk mendapatkan air minum.

Tidak itu saja, dirinya juga terpaksa harus berjalan kaki untuk mencari obat anaknya yang tengah terserang diare dan gatal-gatal.

"Ini rencana juga mau ke kota lah dulu, mana tau ada apotik yang buka. Sebab, saya mau cari obat untuk anak saya yang mulai terserang diare dan gatal-gatal," ujarnya, Jumat (5/12/2025) sore.

Sementara itu, hingga saat ini sejumlah warga yang berada di posko pengungsian khususnya anak anak mulai terserang diare dan gatal-gatal. Namun, untuk ketersediaan obat dan juga tenaga medis masih belum tersedia.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)