Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Duka Bencana di Aceh Tamiang, Warga Rayakan Meugang dalam Posko Pengungsian

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana sejumlah posko pemgungsian yang ada di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (18/2/2026) siang. (Foto: muhammad alfi/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Meugang menjadi salah satu tradisi bagi masyarakat Aceh termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang, dalam menyambut datangnya bulan suci ramadan.

Biasanya, dalam menjalani tradisi meugang sejumlah warga berbondong-bondong untuk berbelanja kebutuhan pokok serta daging sapi atau pun daging kambing, untuk selanjutnya diolah sebagai hidangan makan bersama keluarga.

Baca Juga : Korban Jiwa Bencana Sumatera Kini Sudah 1.137 Jiwa

Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pascabencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu, sejumlah warga pun terpaksa merayakan tradisi meugang dalam kondisi seadanya di sejumlah posko-posko pengungsian. 

Baca Juga : TNI Percepat Pemulihan Pascabencana, Jembatan Bailey Matang Bangka Rampung 100 Persen

Hal ini lantaran hilangnya sejumlah pemukiman warga akibat tersapu derasnya arus banjir, sehingga warga yang kehilangan tempat tinggalnya ini pun terpaksa masih harus bertahan di posko pengungsian.

Baca Juga : Potret Warga Muhammadiyah di Tapanuli Selatan Gelar Sholat Tarawih Pertama Ramadan

Ibnu Nizar, salah seorang warga desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan, dalam merayakan tradisi meugang jelang ramadan tahun ini, dirinya bersama warga lainnya yang ada di posko pengungsian hanya dapat berharap bantuan dari relawan yang berkunjung ke desa mereka.

Suasana sejumlah posko pemgungsian yang ada di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (18/2/2026) siang. (Foto: muhammad alfi/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Ramai Pembeli, Pedagang Musiman Daging Sapi dan Kerbau di Tapteng Kecipratan Berkah Ramadan

"Untuk kondisinya ya seperti inilah, untuk mata pencarian saya sudah gak ada lagi. Jadi kalau untuk meugang ini, ada semalam bantuan daging sapi dari relawan yang dibagikan kepada masyarakat yang ada di posko-posko," ujarnya kepada nusantaraterkini.co, Rabu (18/2/2026) siang.

Selain itu, Nizar juga mengungkapkan, jika dirinya dan beberapa warga lainnya terpaksa masih harus bertahan hidup di tengah tenda pengungsian yang jauh dari kata layak lantaran belum tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah.

"Kalau untuk bantuan dari pemerintah khususnya terkait tempat tinggal itu belum ada. Namun, kemarin ada memang ditawari hunian sementara (Huntara). Tetapi lokasinya terlalu jauh dari sini, jadi warga gak ada yang mau," ungkapnya.

Nizar dan beberapa warga lain yang ada di posko pengungsian ini pun berharap pemerintah dapat segera membangun kembali rumah mereka yang hancur tersapu banjir agar dapat menjalani ibadah puasa serta merayahan hari raya idul fitri dengan kondisi tempat tinggal yang layak.

"Kalau kami sih berharap supaya segera lah di bangun kembali rumah kami yang hilang ini. Sebab, saat ini uda gak ada lagi mata pencarian kami untuk bisa membangun sendiri rumah-rumah kami," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)