KPK Bongkar Aliran Dana Korupsi Bupati Lombok Barat, Diduga Dipakai Beli Tanah hingga Disamarkan Jadi Saham RS
KPK mengungkap uang korupsi Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini diduga dipakai membeli tanah dan disamarkan sebagai pembelian saham rumah sakit.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penggunaan uang hasil tindak pidana korupsi oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Dana yang diduga berasal dari praktik suap dan gratifikasi itu disebut digunakan untuk membeli aset berupa tanah, serta ditempatkan di sebuah rumah sakit dengan kedok pembelian saham.
Fakta tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (21/7/2026).
Menurut Achmad, penyidik menemukan indikasi bahwa sebagian dana yang diterima Lalu Ahmad Zaini dimanfaatkan untuk mengakuisisi sejumlah aset tanah. Selain itu, bersama Sudirman, ia juga diduga menempatkan dana sebesar Rp2,25 miliar di Rumah Sakit Sisa Sentra Medika (RS SSM) dengan dalih pembelian saham maupun sebagai dana operasional bupati.
"Dari uang yang diterima LAZ, diduga banyak digunakan untuk pembelian aset berupa tanah. Selain itu, LAZ bersama SUD juga diduga menempatkan uang sebesar Rp2,25 miliar di RS SSM dengan modus pembelian saham ataupun uang operasional bupati," ujar Achmad.
Penyidik menduga penempatan dana tersebut merupakan upaya menyamarkan asal-usul uang hasil korupsi. Awalnya, dana itu diduga akan digunakan untuk membeli aset atas nama Lalu Ahmad Zaini. Namun, rencana tersebut berubah setelah muncul kekhawatiran transaksi itu akan terdeteksi aparat penegak hukum.
Karena itu, uang tersebut diduga dialihkan seolah-olah menjadi investasi berupa pembelian saham di rumah sakit.
"Tim penyidik mengendus bahwa uang itu sebenarnya akan digunakan untuk transaksi kepemilikan aset milik saudara LAZ. Namun karena diduga khawatir akan ditemukan, uang itu kemudian dipindahkan dan dibuat seolah-olah untuk pembelian saham di rumah sakit tersebut," jelas Achmad.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Sudirman, serta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani.
Lalu Ahmad Zaini diduga menerima suap dan gratifikasi bernilai puluhan miliar rupiah yang berkaitan dengan pengaturan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Penyidik masih terus menelusuri aliran dana serta aset lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi tersebut.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·5 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·7 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·8 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·9 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan