Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Korea Utara Sebut Veto Amerika Soal Gencatan Senjata di Gaza Sebagai "Standar Ganda" Washington

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Menteri Luar Negeri untuk organisasi internasional Korut Kim Son Gyong. (Foto: X/Twitter)

Korea Utara Sebut Veto Amerika Soal Gencatan Senjata di Gaza Sebagai "Standar Ganda" Washington 

Nusantaraterkini.co - Pejabat Korea Utara mengecam Amerika Serikat karena menghalangi resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Baca Juga : Kim Jong Un Janji Dukung Tanpa Syarat Semua Kebijakan Vladimir Putin dan Rusia

Selain itu, Korea Utara juga mengklaim veto tersebut menunjukkan “standar ganda” Washington.

Baca Juga : Teguh Santosa: MoU Indonesia dan Korea Utara Langkah Diplomatik Strategis bagi ASEAN

Dilansir dari Antara, Minggu (10/12/2023), Amerika Serikat pada Jumat (8/12/2023) memveto resolusi di Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza.

Resolusi gencatan senjata di PBB gagal disahkan setelah AS memveto usulan tersebut dan Inggris abstain.

Baca Juga : Pakar Politik Yaman: Serangan Udara AS terhadap Houthi Contoh Intervensi Militer Washington di Timur Tengah

“Penyalahgunaan hak veto oleh Amerika Serikat untuk melindungi sekutunya yang membantai puluhan ribu warga sipil tidak hanya menjadi manifestasi standar ganda yang ilegal dan tak masuk akal, tetapi sekaligus menjadi puncak kejahatan yang tak manusiawi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk organisasi internasional Korut Kim Son Gyong melalui KCNA.

Baca Juga : Rusia dan Amerika Serikat Sepakat Pulihkan Misi Diplomatik

Kim berpendapat bahwa AS melakukan tindakan yang bertentangan dengan dirinya sendiri, yakni membiarkan pertempuran di Gaza terus terjadi sembari mengecam peluncuran satelit Korut baru-baru ini yang tidak merugikan negara lain.

Penasihat keamanan nasional AS, Korea Selatan dan Jepang pada Sabtu (9/12/2023) mengelar pertemuan untuk menegaskan kembali respons terkoordinasi mereka terhadap ancaman Korea Utara, saat Korea Utara memperingatkan akan mengerahkan lebih banyak satelit mata-mata.

(zie/nusantaraterkini.co)

Sumber Antara