Konflik Timur Tengah Memanas, DPR Desak Pemerintah Siapkan Skenario Mitigasi Lindungi PMI
DPR desak pemerintah siapkan mitigasi dan evakuasi PMI di Timur Tengah pasca eskalasi konflik Iran-AS-Israel
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, mendesak pemerintah agar tidak lengah dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di kawasan tersebut.
Irma menegaskan, negara tidak boleh menunggu situasi memburuk sebelum bertindak. Ia meminta seluruh PMI di negara-negara Timur Tengah untuk segera berkoordinasi dan melaporkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) masing-masing agar posisi dan kondisi mereka dapat terpantau secara sistematis.
“Dalam situasi geopolitik yang memanas seperti ini, negara harus hadir. WNI dan pekerja migran harus aktif berkomunikasi dengan KBRI agar terdata dan terlindungi,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Menurut politikus NasDem ini, perlindungan PMI bukan hanya persoalan administratif, melainkan menyangkut tanggung jawab konstitusional negara terhadap keselamatan warganya di luar negeri.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di kawasan konflik.
Sebagai mitra kerja kementerian yang membidangi urusan migran, Komisi IX DPR, kata Irma, akan terus mengawasi langkah pemerintah agar respons yang diambil tidak bersifat reaktif, melainkan antisipatif.
Situasi kawasan Timur Tengah sendiri memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior.
Iran kemudian menyatakan akan melakukan pembalasan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Asia Barat, termasuk pangkalan militer di Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat berdampak langsung pada jutaan pekerja migran, termasuk warga negara Indonesia.
DPR pun, lanjut legislator dapil Sumsel II ini meminta pemerintah menyiapkan skenario mitigasi, termasuk kemungkinan evakuasi apabila situasi memburuk.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELHerman Deru Kaji Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumsel
Herman Saleh Harahap·8 menit yang lalu -
NASIONALKetua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional
Herman Saleh Harahap·15 menit yang lalu -
POLITIKSyarat Pendidikan Gibran Digugat, Hensa Sebut Jawaban KPU Kunci MK
Herman Saleh Harahap·20 menit yang lalu -
SUMSELHerman Deru Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Palembang
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
SUMSELBayi 11 Hari di Ogan Ilir Nyaris Tewas Disayat Ibu Kandung
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·9 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·10 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan