Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Konflik Hisbullah-Israel Memanas, Legislator Minta Pemerintah Siapkan Skema Evakuasi WNI dari Lebanon

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah meminta pemerintah Indonesia menyiapkan skema evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon pasca semakin memanasnya buntut konflik Israel dan Hizbullah.

"Kami melihat keadaan Lebanon semakin serius sehingga pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan skema evakuasi, jika keadaan tidak kunjung membaik," katanya, Jumat (2/8/2024).

Baca Juga : HNW: Indonesia Harus Taat Konstitusi, Dewan Perdamaian Jangan Jadi Legitimasi Penghapusan Gaza

Selain itu, kata Rizki yang juga legislator Partai Demokrat ini, keberadaan pasukan TNI yang tengah bertugas di UNIFIL juga perlu diperhatikan. Menurutnya, jika memang serangan Israel ke Lebanon semakin memburuk, relokasi pasukan ke daerah yang lebih aman perlu segera dilakukan.

Baca Juga : DPR Ingatkan Pemerintah: BOP Gaza Bentukan AS Berpotensi Jadi Beban dan Alat Legitimasi Israel

"Kami berharap warga Indonesia di Lebanon tetap tenang dan terus memonitor keadaan setempat," ucapnya.

Dia berharap jaringan komunikasi antara warga dan perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di Lebanon juga harus terus dijaga untuk memastikan keselamatan.

Baca Juga : Komandan Hizbullah Haytham Ali Tabtabai Tewas, Iran Janji Beri Balasan Menghancurkan ke Israel

Sebelumnya, Pemerintah mengimbau WNI di Lebanon meninggalkan negara di utara wilayah pendudukan Israel tersebut mumpung masih bisa. Soalnya, situasi di Lebanon semakin mengkhawatirkan. Ada ratusan WNI yang tinggal di negara tepi Laut Mediterania itu.

Baca Juga : Laporan Mengejutkan PBB: Israel Dituding Lakukan 10.000 Lebih Pelanggaran di Wilayah Kedaulatan Lebanon

"Berdasarkan data lapor diri KBRI Beirut, terdapat 203 WNI yang menetap di Lebanon serta sekitar 1.232 personel TNI yang bertugas di UNIFIL," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha

Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut terus memonitor situasi keamanan di Lebanon, termasuk memonitor kemungkinan eskalasi konflik bersenjata. Sebagaimana diketahui, Israel dan Hizbullah sedang berkonflik. Hizbullah merupakan kelompok dengan sayap paramiliter di Lebanon.

Baca Juga : Pakistan Ultimatum Afghanistan: Gagal Damai, Siap Perang

"Merespon perkembangan terakhir, KBRI Beirut telah memperbaharui imbauan kepada para WNI di Lebanon. Para WNI diminta meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan keluar wilayah Lebanon mengingat penerbangan komersial masih beroperasi," kata Judha.

Baca Juga : Serangan Israel ke Gaza Menewaskan Sedikitnya 45 Orang

Dari 203 WNI di Lebanon, ada 14 WNI yang berada di Lebanon Selatan, kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah pendudukan Israel. Mereka disarankan untuk berlindung di tempat aman (safe house) yang disediakan KBRI Beirut. Mereka dipersilakan menghubungi hotline KBRI Beirut (+961 7081 7310) apabila berada dalam situasi darurat. Namun demikian, belum ada WNI yang masuk safe house atau pergi meninggalkan Lebanon.

"Belum ada. Para WNI di Lebanon Selatan belum mau pindah karena merasa masih aman," kata Judha.

Pemerintah RI terus menjalin komunikasi dengan para WNI di Lebanon. Mereka semua dalam keadaan baik, tenang, dan selamat.

(cw1/nusantaraterkini.co)