Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi III DPR Apresiasi Polri Ungkap Laboratorium Narkoba Berkedok Vape di Bali

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ahmad Sahroni. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi III DPR mengapresiasi Polri yang membongkar laboratorium narkoba berkedok vape di villa kawasan Uluwatu, Bali.

Komisi III DPR pun berharap penindakan terhadap jaringan narkoba digencarkan secara masif.

Baca Juga : Komisi III Desak Polisi Tegas ke Bahar Smith: Negara Tak Boleh Kalah oleh Kekerasan Ormas

"Salut buat tim Bareskrim yang sudah menangkap jaringan-jaringan narkoba di manapun berada di Republik Indonesia ini dan jangan pernah berhenti memburu mereka mereka yang akan merusak generasi ke depan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga : Komisi III DPR RI Tegaskan Posisi Polri di Bawah Presiden Adalah Harga Mati Reformasi

Menurut Sahroni, kepiawaian anggota narkoba Polri yang membongkar narkoba berkedok vape ini patut diacungi jempol. Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dinilai jeli dalam melakukan penyelidikan terhadap jaringan-jaringan narkoba dengan segala macam kedoknya.

"Ini kepiawaian Ditnarkoba Bareskrim Polri yang luar biasa bisa menangkap mereka dengan cara yang lihai yaitu dengan cara memakai vape, ini bentuk kehebatan tim Diitipidnarkoba Bareskrim Polri," ungkapnya.

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden

Pemberantasan narkoba harus terus digencarkan untuk memutus sel jaringan. Pengungkapan narkoba diharapkan sampai ke hulunya.

Baca Juga : DPR dan Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Langsung, RUU Pilkada Tak Masuk Prolegnas 2026

"Harus masif agar semua jaringan diberantas, berantas jaringannya pasti ketemu bandarnya," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri membongkar pabrik narkoba dengan modus disamarkan dalam bentuk cairan untuk vape di Uluwatu, Bali. Sebanyak 4 orang diamankan dari kasus ini. Berikut fakta-faktanya.

Baca Juga : Lapas Cipinang Amankan 2 Warga Binaan Terkait Peredaran Vape Etomidate di Jakarta Selatan

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menyebut penindakan kasus narkoba ini menindaklanjuti Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan Desk Pemberantasan Narkoba yang dibentuk Menko Polkam. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menginstruksikan jajarannya terus berperang dan menuntaskan penanganan masalah narkoba dari hulu sampai hilir.

Baca Juga : Warga Tapsel Gerebek Bandar Narkoba, Oknum Polisi Berpangkat Bripka Turut Diamankan Beserta Sabu

Bareskrim Polri mengungkap adanya laboratorium narkoba di Uluwatu, Bali. Pengungkapan itu merupakan operasi gabungan Bareskrim Polri dengan Bea-Cukai.

Pengungkapan itu diawali dari clandestine lab di Yogyakarta. Dalam pengungkapan itu, 25 kilogram narkoba jenis hashish disita.

"Diketahui bahwa barang bukti jenis hashish sebanyak 25 kilogram tersebut diproduksi di daerah Bali," ujar Wahyu.

(cw1/Nusantaraterkini.co)