Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kombes Gidion Benarkan Oknum Polwan yang Ribut di Tebingtinggi Merupakan Personel Polrestabes Medan

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan. (Foto: Aldi Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang oknum polisi wanita berinisial LA membuat gaduh di rumah seorang warga di Komplek Griya Aira, Jalan Tengku Hasim Utama, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi Kota, pada Sabtu (14/12/24) kemarin.

Keributan itu diduga diawali oleh LA yang berpangkat Bripka mendatangi rumah warga beramai-ramai.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan bahwa oknum polisi wanita yang dimaksud adalah personel Polrestabes Medan yang bertugas di Polsek Medan Tembung.

Baca Juga : Kombes Gidion Serahkan Puluhan Rompi Anti Sayat ke Tim Patroli Presisi Samapta

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan atas peristiwa yang terjadi tersebut.

"Saya sebagai Kapolrestabes Medan, menyampaikan permohonan maaf dan saya yakinkan kita akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan," ucapnya, Rabu (18/12/2024).

Lanjutnya, setidaknya ada dua laporan yang menjerat oknum polwan tersebut. Salah satunya tentang kode etik anggota Polri.

Baca Juga : Polsek Sunggal Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Enam Pelaku Diamankan

"Yang ke kami itu kode etik, yang ke Polres Tebing Tinggi kasus pidananya, kami serahkan ke Polres Tebing Tinggi untuk melakukan penanganan secara serius terhadap yang bersangkutan," ungkapnya.

Informasi yang didapat, keributan tersebut terjadi karena oknum Polwan tersebut diduga melakukan calo untuk masuk menjadi anggota Polri.

Tapi Kombes Gidion langsung membantahnya. Dan memberikan keterangan bahwa oknum polwan yang dimaksud memiliki bimbingan belajar untuk masuk menjadi calon anggota Polri.

Sayangnya, calon siswa yang dimaksud diduga tidak lulus dan menimbulkan kericuhan.

"Faktanya dia memang mempunyai usaha sampingan bimbel, Bimbel ini kemudian ada bias-biasnya. Mungkin dia menjanjikan, tapi dia tidak punya kapasitas untuk menentukan seseorang lulus atau tidak menjadi anggota Polri," pungkasnya.

(cw4/nusantaraterkini.co)