nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak dilaporkan melakukan penyerangan dan membunuh pendulang emas di sekitar Kali Silet, perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (6/4/2025) dan menewaskan sebanyak 11 orang. KKB mengeklaim, 11 orang yang tewas merupakan anggota TNI.
Baca Juga : Dokter PPDS Perkosa Keluarga Pasien di RSHS: Bius dan Kodom jadi Barang Bukti
Kapuspen TNI Brigjen Kristomei Sianturi menegaskan, informasi yang disampaikan KKB adalah tidak benar (hoaks). KKB menurutnya sering kali melakukan propaganda.
"Propaganda-propaganda atau istilahnya tipu muslihat itu sudah acapkali sering disampaikan oleh KKB. Termasuk yang 11 orang ini diklaim sebagai tentara," kata Kristomei kepada wartawan, di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dikutip kumparan pada Rabu (9/4/2025).
Baca Juga : Remaja Putri Diperkosa 4 Pria Usai Dicekoki Miras
Kristomei mengatakan, nama-nama prajurit TNI tercatat dan teregister. Ia menyatakan hingga saat ini, tidak ada satu pun prajurit TNI yang gugur di daerah tersebut.
"Tentara itu tercatat namanya, teregister namanya. Hari ini tidak ada satu pun prajurit TNI atau polri yang gugur di sana," ungkap dia.
"Artinya apa? Artinya itu adalah hoaks yang disampaikan oleh pihak KKB supaya dia dilepas dari tuntutan hak asasi manusia," jelasnya.
Baca Juga : Mobil Kijang Terjun ke Jurang, 3 Orang Tewas, 7 Terluka
Ia menekankan propaganda tersebut kerap kali disampaikan KKB. Menurutnya, tudingan itu disampaikan KKB agar tak dianggap melakukan kekejian.
"Bahwa dia melakukan kekejian, kebiadaban dengan membunuh masyarakat yang mencoba jadi pendulang. Nah gitu, ya. Jadi itu yang acapkali dilakukan oleh pihak KKB selama ini," ucap dia.
"Dia berpura-pura bahwa itu militer. Kenapa dia bilang itu militer? Supaya dia terlepas dari tuduhan bahwa dia sebagai pelanggar asasi manusia. Makanya dia sampaikan itu. Paling gampang, itu tentara katanya," tutur Kristomei.
Baca Juga : Atap Kelab Malam Ambruk, 44 Orang Tewas Termasuk Gubernur
Sebelumnya, Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo mengatakan, KKB pimpinan Elkius Kobak melakukan penyerangan dan membunuh pendulang emas di sekitar Kali Silet, perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat.
"Ya benar ada informasi terkait pembunuhan terhadap para pendulang pada Minggu (6/4) lalu, namun belum dapat dipastikan berapa banyak yang menjadi korban karena untuk mencapai lokasi tersebut dari Dekai harus menggunakan helikopter," kata Tommy.
Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan koordinasi untuk mengambil langkah terkait evakuasi, baik terhadap korban maupun mengamankan para pendulang yang masih berada di sekitar TKP.
Ia juga membantah pendulang yang menjadi korban pembunuhan KKB di Kali Silet perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat itu merupakan anggota TNI.
"Korban dipastikan bukan anggota TNI sehingga apa yang dinyatakan KKB adalah berita hoaks, bohong, atau tidak benar," tegas dia.
Tommy mengatakan, KKB sengaja menyebar informasi dengan menyatakan bila korban adalah anggota TNI, padahal korban adalah warga sipil yang mendulang emas.
Ia menyebut hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa banyak warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dan menjadi korban pembunuhan KKB karena lokasinya yang jauh dan berada di perbatasan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
