Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ketegangan Meningkat: Houthi Isyaratkan Perang Terbuka Lawan Aliansi AS-Israel

Houthi isyaratkan perang terbuka dan klaim serangan rudal ke Israel sebagai hak sah melawan agresi AS-Israel

Para pejuang dan pendukung kelompok Houthi Yaman berpartisipasi dalam demonstrasi bersenjata menentang Israel di distrik Arhab sebelah utara Sanaa, Yaman, pada 3 November 2025. (Foto: Xinhua/Mohammd Mohammd)
Para pejuang dan pendukung kelompok Houthi Yaman berpartisipasi dalam demonstrasi bersenjata menentang Israel di distrik Arhab sebelah utara Sanaa, Yaman, pada 3 November 2025. (Foto: Xinhua/Mohammd Mohammd)
A A

Nusantaraterkini.co, SANAA - Kelompok pada Sabtu (28/3) mengisyaratkan kesiapan untuk melancarkan aksi militer lanjutan, menggambarkan serangan militer mereka baru-baru ini terhadap sebagai hak yang sah untuk mengonfrontasi apa yang mereka sebut sebagai agresi brutal Amerika-Israel terhadap Iran dan kawasan yang lebih luas.

Dalam sebuah pernyataan, otoritas urusan luar negeri kelompok tersebut mengatakan, intervensi mereka merupakan bagian dari strategi regional yang lebih luas yang terkait dengan Iran, Palestina, Irak dan Lebanon.

Kelompok itu menuduh (AS) dan Israel mendorong rencana Zionis yang mengancam kawasan dan bertujuan membentuk apa yang disebut sebagai Israel Raya dan Timur Tengah baru, serta menyerukan agar negara-negara Islam bersatu.

juga menegaskan, operasi militernya hanya menyasar musuh yaitu dan Amerika, serta menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan negara-negara Arab dan Islam guna mencegah kesalahpahaman.

Sementara itu, pemerintah yang diakui secara internasional mengecam pengumuman Houthi tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu berisiko menyeret negara tersebut ke dalam konfrontasi regional yang lebih luas.

Sebelumnya pada Sabtu, angkatan bersenjata Houthi menyatakan telah meluncurkan ke apa yang mereka gambarkan sebagai situs militer sensitif Israel di wilayah selatan Israel, yang merupakan serangan pertama kelompok tersebut sejak Israel dan AS memulai serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

Salah Ali Salah, peneliti dari Pusat Kajian Strategis Sanaa, menggambarkan keterlibatan kelompok tersebut sebagai pertaruhan berisiko tinggi. 

"Setiap langkah yang mengancam pelayaran di Laut Merah dapat memicu intervensi langsung Amerika," katanya. 

Houthi, yang telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara sejak akhir 2014, sebelumnya mendukung Iran dalam konflik selama 12 hari antara AS, Israel, dan Iran tahun lalu.

(*/

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait