Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kepala BNPB Tinjau Pengungsian Warga Terdampak Erupsi Gunung Ibu, Aktivitas Vulkanik Mulai Turun

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, HALMAHERA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau pengungsian dan dapur umum yang disediakan dalam rangka penanganan darurat bencana erupsi Gunungapi Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (30/5/2024).

Pada kesempatan ini, Suharyanto menuju Pos Pengungsian Desa Gam Ici untuk memastikan penanganan bencana berjalan baik.

Baca Juga : BRI Kawal Penyaluran Dana Tunggu Hunian ke Korban Bencana Simatohir

“Hari ini diutus Bapak Presiden secara langsung untuk melihat kondisi pengungsi warga Kabupaten Halmahera Barat yang saat ini harus mengungsi karena erupsi Gunung Ibu,” ujarnya.

Baca Juga : Tanah Bergerak di Tegal: 1.686 Warga Mengungsi dan Puluhan Bangunan Roboh

Dirinya mengaku setiap hari melihat dan memonitor perkembangan penanganan erupsi Gunung Ibu melalui laporan Tim BNPB yang ditempatkan di Halmahera Barat untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah.

“Saya monitor Bapak dan Ibu sekalian, saya baca laporannya tiap ada yang kurang kami upayakan dilengkapi,” tuturnya.

Baca Juga : Evakuasi Korban dan Bantuan Logistik jadi Fokus Polda Sumut

“Saya mewakili pemerintah pusat, menekankan kembali bahwa Bapak Ibu sekalian tidak sendirian, artinya kami dari pemerintah pusat tidak akan tinggal diam. Jadi BNPB datang ke sini juga tetap dengan memberikan bantuan,” lanjutnya.

Baca Juga : 16 Tahun Gempa Sumbar, Kepala BNPB Tekankan Mitigasi Harus Berbasis Riset

Suharyanto menegaskan, kebutuhan dasar akan selalu diupayakan terpenuhi.

“Tidak perlu khawatir. Kebutuhan dasar selama mengungsi akan ditanggung oleh pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga : Status Gunung Ibu Turun ke Level Siaga, Pengungsi Akan Dipulangkan

Terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Ibu, hasil pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai menurun meskipun tetap teradi erupsi selama beberapa hari terakhir.

Baca Juga : Gunung Ibu Erupsi hingga Delapan Kali

“Kalau melihat perkembangan gunung ini sudah relatif lebih baik dibanding erupsi di awal-awal Mei. Memang 4 hari lalu naik lagi, namun tidak setinggi daripada yg pertama erupsi, berarti sudah ada penururnan. Kami sepakat belum bisa menurunkan status gunung, kita lihat satu minggu ke depan, kalua nanti PVMBG sudah nyatakan menurun ke level 3, maka pengungsi bisa kembali ke tempatnya masing-masing. Tapi kita harus tetap waspada,” jelasnya.

Pemerintah pusat dan daerah akan memberikan penggantian asset dan juga mata pencaharian masyarakat yang terdampak erupsi.

“Bagi aset masyarakat yang rusak, pemerintah pusat punya mekanisme perbaikan dan penggantian, untuk rumah rusak ringan 15 juta rupah, rusak sedang 30 juta rupiah dan rusak berat 60 juta rupiah. Kemudian terkait mata pencaharain yang terganggu akibat bencana, BNPB akan mengkoordinasikan dengan kementerian atau lembaga dan juga pemerintah daerah terkait,” imbuhnya.

BNPB memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah jika dirasa perlu adanya relokasi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana pindah ke tempat lebih aman.

“Masyarakat yang takut dan trauma, bisa dilayani oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk didata, seandainya harus pindah, harus relokasi dan mungkin punya tanah di tempat lain, di luar area yg dilarang, itu boleh. Nanti pemerintah pusat yang akan bangunkan rumahnya,” tandasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)