Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kemnaker dan BNN Buka Akses Pelatihan Kerja untuk Mantan Pecandu Narkoba

Kemnaker dan BNN buka akses pelatihan kerja serta penempatan bagi penyintas penyalahgunaan narkoba pascarehabilitasi.

Bagikan:
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, serta Korban Penyalahgunaan Napza. Sinergi lintas instansi yang melibatkan Kemnaker, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan ini diresmikan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).(foto: kemnaker)
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, serta Korban Penyalahgunaan Napza. Sinergi lintas instansi yang melibatkan Kemnaker, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan ini diresmikan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).(foto: kemnaker)
A A

Nusantaraterkini.co,  — Kementerian () menyiapkan langkah konkret untuk merangkul para penyintas penyalahgunaan narkoba yang telah rampung menjalani masa rehabilitasi. Melalui penyediaan akses pelatihan vokasi hingga penempatan kerja, pemerintah ingin memastikan para penyintas memiliki pijakan kuat untuk kembali mandiri secara ekonomi dan produktif di tengah masyarakat.

โ€‹Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan bagi Pecandu, Penyalahguna, serta Korban Penyalahgunaan Napza. Sinergi lintas instansi yang melibatkan Kemnaker, Badan Narkotika Nasional (), Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan ini diresmikan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).

โ€‹Menteri Yassierli menegaskan setiap warga negara berhak atas pekerjaan yang layak tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang sedang menata kembali kehidupannya . Ia menilai keberhasilan pemulihan tidak berhenti pada kesehatan fisik dan psikologis semata, melainkan butuh wadah penerimaan ekonomi yang nyata.

โ€‹“Pemulihan bukan akhir dari proses. Setelah menjalani rehabilitasi, mereka perlu memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, berkarya, dan menjalani kehidupan secara mandiri,” ujar Yassierli.

โ€‹Guna merealisasikan komitmen tersebut, akan menyalurkan pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan permintaan pasar kerja modern maupun keterampilan kewirausahaan. Hal ini dimaksudkan agar para lulusan rehabilitasi memiliki daya saing yang dibutuhkan dunia kerja.

โ€‹“Yang kami siapkan bukan hanya pelatihannya, tetapi juga bagaimana setelah memiliki kompetensi mereka bisa mendapatkan akses menuju pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya menjelaskan.

โ€‹Bagi lulusan pelatihan yang berminat menjadi pekerja formal, Kemnaker siap menjembatani proses penempatan dengan dunia industri. Sementara bagi yang berminat merintis usaha, pendampingan teknis dan kewirausahaan akan diberikan secara intensif. Menaker Yassierli juga mengimbau dunia usaha dan masyarakat luas untuk menghapus stigma negatif agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan mulus.

โ€‹“Kesempatan kedua harus kita berikan. Ketika mereka sudah menjalani proses pemulihan, kita perlu memastikan ada jalan bagi mereka untuk kembali produktif dan mandiri,” tambah Yassierli.

โ€‹Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suyudi Ario Seto menyampaikan, penanganan komprehensif terhadap masalah narkotika, mulai dari tindakan pencegahan, rehabilitasi, hingga pemulihan ekonomi mustahil dilakukan oleh satu lembaga saja tanpa dukungan sektor lain.

โ€‹“BNN tidak bisa hadir sendiri dalam hal ini. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari kementerian serta lembaga terkait menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” ungkap Suyudi.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait