Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kemenhut Aksi Bersih-bersih Kayu Gelondongan dan Limbah Bencana Sumatera

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Satu unit alat berat sedang melakukan pembersihan terhadap limbah kayu dan lumpur banjir Sumatera. (Foto: dok Kemenhut)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pembersihan terhadap tumpukan kayu gelondongan dan material limbah bencana banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Aksi ini dilakukan secara terpadu oleh UPT Kemenhut bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, serta masyarakat setempat.

Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, pembersihan difokuskan di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin dan wilayah Langkahan. Tim gabungan mengerahkan ratusan personel serta puluhan unit alat berat untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan fasilitas publik yang terdampak.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menyampaikan, pembersihan dilakukan secara intensif, termasuk hingga malam hari.

Baca Juga : Korban Jiwa Bencana Sumatera Kini Sudah 1.137 Jiwa

“Pembersihan tidak hanya menyasar tumpukan kayu, tetapi juga ruang belajar, rumah ibadah, dan akses vital masyarakat. Hingga saat ini progres pembersihan di lingkungan pesantren telah mencapai sekitar 65 persen, dan kegiatan terus kami percepat dengan dukungan lintas pihak,” ujarnya dikutip dari Kemenhut, Jumat (26/12/2025).

Ia menambahkan, tim Manggala Agni, BBTNGL, dan BKSDA turut membersihkan ruang belajar serta fasilitas wudu masjid, sementara pengukuran dan penghitungan kayu limbah dilakukan sebelum diangkut ke lokasi penampungan akhir sesuai ketentuan.

Sementara itu di Sumatera Utara (Sumut), Kemenhut berpartisipasi aktif mendukung kegiatan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana yang dikomandani oleh Satgas Pemerintah Daerah.

Kegiatan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang dengan melibatkan lintas unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, serta masyarakat setempat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan, keterlibatan Kemenhut difokuskan pada dukungan teknis, personel, serta pendampingan lapangan sesuai kewenangan.

Baca Juga : Pemerintah Kucurkan Dana Kerahiman bagi Ribuan Korban Bencana di Sumatera, Rp15 Juta untuk Korban Jiwa

“Kemenhut melalui BBKSDA Sumatera Utara ikut berpartisipasi mendukung Satgas, terutama dalam pembersihan di sekitar permukiman warga dan fasilitas umum, serta pendampingan teknis agar kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas pihak menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak.

“Dengan komando Satgas, seluruh unsur bergerak bersama agar akses vital, fasilitas pendidikan, dan lingkungan permukiman dapat segera pulih dan kembali dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

Di Sumatera Barat (Sumbar), pembersihan material kayu dilakukan di kawasan pantai Kota Padang oleh rimbawan yang terdiri dari UPT Kemenhut, Manggala Agni, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejak 20 hingga 25 Desember 2025, area pantai sepanjang 5,6 kilometer ke arah utara telah berhasil dibersihkan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Hartono, menyampaikan, pembersihan dilakukan dengan kombinasi alat berat dan gotong royong.

Baca Juga : Kondisi Pascabencana di Sumut Berangsur Pulih, Kapolda Pastikan Akses Jalan Ibadah Natal jadi Prioritas

“Material kayu besar ditangani menggunakan alat berat dan dijauhkan dari bibir pantai, sementara serpihan kayu dibersihkan secara manual. Di area dengan aktivitas nelayan, kayu telah dinaikkan ke daratan dan dirapikan untuk dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembersihan akan dilanjutkan ke lokasi berikutnya melewati kawasan cemara hingga ke muara Penjalinan, dengan pendekatan serupa untuk memastikan keselamatan dan efektivitas penanganan.

(*/Nusantaraterkini.co)