Nusantaraterkini.co - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Iwan Syahril mengatakan, saat ini sebanyak 3,1 juta siswa di Indonesia tidak memiliki sumber air bersih di sekolah.
Iwan juga menyampaikan bahwa 8,9 juta anak Indonesia masih belum memiliki akses terhadap sarana sanitasi yang layak. Hanya tiga dari empat satuan pendidikan di semua tingkatan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
Iwan menyebutkan berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan di tingkat global, ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah memberikan dampak yang signifikan terhadap indikator kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, dan ekonomi.
Baca Juga : Infrastruktur Air Bersih Aceh Tamiang Meluas, 93 Sumur Bor Garapan Polri Resmi Beroperasi
"Kegiatan sederhana seperti cuci tangan dengan sabun secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit diare hingga 47%. Peserta didik yang sehat dapat terhindar dari penyakit diare, sehingga dapat meningkatkan akses terhadap pendidikan," ungkap Iwan dalam Peluncuran Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 dikutip dari YouTube Direktorat SMP pada Selasa, (27/2/2024), dilansir dari detikcom.
"Pembiasaan cuci tangan pakai sabun secara rutin juga dapat menurunkan angka ketidakhadiran peserta didik secara signifikan sampai 50%," tambahnya.
Iwan merinci akses terhadap kebersihan sekolah terdiri dari pemenuhan akses air bersih, layak, dan cukup; akses terhadap fasilitas sanitasi dasar berupa toilet terpisah dalam kondisi baik dan layak pakai; serta fasilitas cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir.
Baca Juga : Dinkes Medan Pastikan Kesehatan Warga Baik Pascabanjir: Demam, ISPA dan Penyakit Kulit jadi Keluhan
"Kami berharap dengan adanya dokumen Peta Jalan Sanitasi Sekolah ini, maka seluruh pemangku kebijakan dapat terlibat dalam Perencanaan Berbasis Data menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030 terkait dengan akses sanitasi sekolah," ucap Iwan.
Chief of WASH, United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia, Kannan Nadar menuturkan, fasilitas kebersihan sekolah yang komprehensif dan berketahanan iklim serta inklusi, berdampak besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak secara keseluruhan, serta menjamin martabat, keselamatan, dan kesehatan mereka.
"Pada gilirannya meningkatkan kehadiran dan prestasi di sekolah," kata Kannan.
Baca Juga : DWP RS Adam Malik Ajarkan Anak-anak Cuci Tangan dan Konsumsi Makanan Sehat
Menurutnya, hal ini turut memotivasi anak-anak untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan menjadi agen perubahan bagi teman sebayanya, keluarga, dan masyarakat pada umumnya.
Lingkungan sekolah yang sehat diyakini akan menumbuhkan budaya belajar, sikap saling menghormati, dan kerjasama yang positif, serta anak-anak dapat berperan penting dalam menjalankan kemajuan Indonesia di masa depan.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom
