Kelima Tersangka Kasus Korupsi Ditahan di Rutan KPK Selama 20 Hari
Tersangka TOP, RES, HEL, KIR dan RAY untuk 20 hari pertana terhitung sejak Sabtu (28/6/2025) sampai Kamis (17/7/2025).
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan kelima orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan jalan.
Di mana KPK menetapkan kepada KIR dan RAY disangkakan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huur a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Baca Juga: Berikut 5 Nama Orang yang Diamankan KPK dalam Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan
TOP, RES dan HEL disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11 atau 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Peruaan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap tersangka TOP, RES, HEL, KIR dan RAY untuk 20 hari pertana terhitung sejak Sabtu (28/6/2025) sampai Kamis (17/7/2025).
“Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih,” katanya.
Baca Juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT, Termasuk Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting
Ia mengimbau kepada pihak terkait untuk kooperatif dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi ini.
KPK, sambungnya, menyadari sektor pengadaan barang dan jasa merupakan satu sektor yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi.
Maka dari itu, kata Asep, KPK melalui tugas koordinat dan superis terus melakukan pendampingan dan pengawasan kepada pemerintah daerah melalui Instrument Monitoring Controling Surveillance for Prevention (MCSP), serta Survei Penilaian Integritas (SPI) pada fungsi monitoring untuk mendorong langkah-langkah perbaikan pencegahan korupsi.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·24 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan