Berikut 5 Nama Orang yang Diamankan KPK dalam Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 5 orang dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan. Awalnya, KPK mengamankan 6 orang
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 5 orang dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan. Awalnya, KPK mengamankan 6 orang, dan saat dipaparkan hanya 5 orang.

Adapun kelima orang tersebut, masing-masing Topan Obaja Ginting alias TOP selaku Kepala Dinas PUPR Sumut, Rasuli Efendi Siregar alias RES selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kemudian Heliyanto alias HEL selaku PPK Satker PJN wilayah Sumut, M Akhirun Efendi Siregar alias KIR selaku Direktur Utama PT Dalihan Natolu Grup (DNG) dan M Rayhan Dulasmi Pilang alias RAY selaku Direktur PT RN.
Baca Juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT, Termasuk Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting
Dalam paparan yang dilakukan KPK RI melalui akun Youtubenya menjelaskan bahwa Sabtu (28/6/2025), KPK melakukan update informasi perihal dua operasi tangkap tangan (OTT) dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung pada Kamis (26/6/2025) malam di wilayah Provinsi Sumut.

Di mana, OTT tersebut perihal dengan proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumut, yakni Preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI Tahun 2023 dengan nilai proyek Rp 56,5 miliar, Preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI Tahun 2024, dengan nilai proyek Rp 17,5 Miliar, Kemudian Rehabilitasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI Tahun 2024, dengan nilai proyek Rp 17,5 Miliar, Rehabilitasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI dan penanganan longsor tahun 2025, Preservasi Jalan Simpang Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI Tahun 2025.

Baca Juga: KPK Paparkan Kronologis Penangkapan 5 Orang yang Terlibat Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan kegiatan OTT kedua terkait dengan proyek pembangunan jalan di Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I sumut, yakni; Proyek Pembangunan Jalan Sipiongot batas Labusel, dengan nilai proyek Rp 96 Miliar, Proyek Pembangunan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot dengan nilai proyek Rp 61,8 Miliar. “Sehingga total nilai proyek setidaknya sejumlah Rp 231,8 Miliar. KPK masih terus akan menelusuri serta mendalami proyek lainnya,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·24 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan