Kekosongan Gubernur BI, Pengamat Wanti-Wanti Risiko 'Tsunami' Moneter
Kursi Gubernur BI kosong usai Perry Warjiyo mundur, pasar keuangan Indonesia terancam tsunami moneter
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Kabar mengejutkan datang dari jantung pertahanan ekonomi Tanah Air menyusul mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyodari.
Untuk sementara, posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) diisi oleh Destry Damayanti sebagai Pjs.
Manuver di pucuk pimpinan bank sentral Indonesia ini diprediksi tidak hanya bisa mengguncang lantai bursa, tetapi juga berpotensi menciptakan efek domino bagi perekonomian nasional jika tidak segera dimitigasi.
Menanggapi ini, Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin melontarkan peringatan keras. Ia menilai kosongnya kursi nomor satu di BI bisa memicu kepanikan pasar dan menghancurkan kepercayaan investor.
"Ini bukan sekadar pergantian pejabat birokrasi biasa. Gubernur BI adalah panglima stabilitas nilai tukar dan pengendali inflasi. Turunnya beliau di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini sama saja dengan mengundang 'tsunami' moneter ke dalam negeri," katanya kepada nusantaraterkini.co, Minggu (2/8/2026).
Menurut Gunawan, dampak paling instan yang akan dirasakan pasar adalah fluktuasi nilai tukar Rupiah. Ia menyebut pasar keuangan sangat anti terhadap ketidakpastian. Transisi kepemimpinan di BI akan langsung direspons sebagai sinyal bahaya oleh pelaku pasar global.
"Investor asing pasti akan langsung mengambil langkah wait and see, atau yang paling parah, mereka akan melakukan capital outflow (penarikan modal besar-besaran) dari Indonesia. Mereka butuh jaminan bahwa arah kebijakan moneter kita tetap independen. Begitu ada keraguan sedikit saja, Rupiah yang akan langsung dibantai oleh pasar," ujarnya.
Lebih lanjut, akademisi UISU ini menyoroti ancaman inflasi dan arah kebijakan suku bunga acuan (BI Rate). Selama ini, BI menjadi pilar utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Masa transisi yang berlarut-larut atau salah urus dikhawatirkan akan memicu spekulasi liar yang pada akhirnya mencekik sektor riil dan pengusaha lokal.
Untuk meredam gejolak agar tidak berujung pada krisis, Gunawan mendesak pemerintah agar tidak main-main dalam menentukan sosok nakhoda baru. Ia menegaskan, suksesor Gubernur BI haruslah figur elit yang kredibel, teruji, dan yang paling krusial: bebas dari intervensi politik.
"Pasar akan langsung menghakimi nama penggantinya. Jika yang diangkat nanti adalah sosok titipan, berbau politis, atau tidak punya rekam jejak makroekonomi yang mumpuni, pasar akan menghukum ekonomi kita dengan kejam. Pemerintah harus bergerak cepat, tunjuk figur profesional yang disegani secara global untuk segera menenangkan market," pungkasnya.
(Cw3/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALPolda Sumsel Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggelapan Kapal Tongkang OCEANIC 238
Rozie Winata·12 menit yang lalu -
PENDIDIKANSambut Baik Instruksi Pendidikan Gratis Prabowo, Habib Syarief Ingatkan Kesiapan Fiskal Negara
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
POLITIKDPR Pastikan Pembahasan UU Ketenagakerjaan Digarap Masa Sidang Ini Sesuai Putusan MK
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
SUMUTAngkutan Peti Kemas KAI Sumut Tumbuh 25 Persen Hingga Agustus 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSDPR Siapkan Pembahasan UU Ketenagakerjaan, Cucun: Ada Batas Waktu dari MK
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKPuan Tegaskan Aturan Baru Pemilu Termasuk PT 5 Persen Belum Diputuskan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELDiduga Telilit Utang, Pria Parubaya Ditemukan Tewas Tergantung di Kawasan GOR Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPuan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat Usai Banjir Bandang Terjang Solok
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALDari Selada hingga Gandum, Tiongkok Sukses Kembangkan 14 Spesies Tanaman di Luar Angkasa
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALEmpat Terduga Pelaku Curat-Curas Ditangkap Polres Binjai, Satu Masih di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan