Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

KBRI Perlu Tangani Geng WNI yang Meresahkan di Jepang

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jazuli Juwaini (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini menilai KBRI ada di Jepang perlu hadir dalam permasalahan soalPekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang membentuk 'geng' yang meresahkan masyarakat.

Sebab, menurutnya, salah satu tugas KBRI di seluruh dunia ini adalah menangani persoalan WNI.

Baca Juga : Sebanyak 144 Orang WNI jadi Korban TPPO di Myanmar

“Itulah eksistensi perwakilan negara di negara-negara sahabat,” ujarnya, Jumat (6/9/2024).

Baca Juga : Polisi Peru Perketat Pengamanan KBRI Lima Usai Staf Kemlu RI Ditembak Mati

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, KBRI perlu memperjelas situasi tersebut dengan melalui mediasi.

Pasalnya, ada potensi bahwa kejadian tersebut bukan ulah PMI, melainkan hanya tuduhan.

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden

“Kan banyak juga orang dituduh ketika ada konflik di dalam satu negara antara bangsa Indonesia rakyat atau WNI dengan orang luar, kan juga harus kita lihat, tidak harus serta-merta WNI yang disalahkan. Apa dulu kasusnya? Nah harus ada ruang pembelaan dari KBRI kita,” lanjut Ketua Fraksi PKS DPR ini.

Baca Juga : DPR dan Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Langsung, RUU Pilkada Tak Masuk Prolegnas 2026

Meski demikian, ia mengungkapkan jika nantinya secara hukum terbukti, pada akhirnya Indonesia pun perlu terima pula hukuman yang diberlakukan dari negara terkait.

Maka dari itu, dirinya berharap warga negara Indonesia di manapun berada seyogyanya menjadi warga negara yang santun, yang menjaga perdamaian, menjaga persatuan. Sebab, pertama Indonesia ini dasar negaranya, konstitusinya, mendidik warga Indonesia itu dimanapun berada.

“Karena itu saya berharap kepada seluruh warga Indonesia, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri, mau di Jepang, mau di mana tetap dia harus menampilkan citra Indonesia dengan citra yang menarik, dengan citra yang indah, dengan citra yang baik. Tidak boleh membuat kegaduhan, membuat gangguan dan ketertiban masyarakat secara umum,” tegasnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)