Karhutla Ancam Jalur Tol di Sumsel, Hutama Karya Siagakan Armada Pemadam dan Imbau Pengendara Waspada
Hutama Karya siagakan armada pemadam di tiga ruas tol Sumsel untuk mengantisipasi karhutla dan mengimbau pengendara waspada terhadap asap.
Nusantaraterkini.co, SUMSEL — PT Hutama Karya (Persero) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, termasuk kawasan permukiman di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Perusahaan menyiapkan armada dan peralatan pemadam serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan kebakaran dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada tiga ruas tol yang dikelola Hutama Karya, yakni Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Inprabu), dan Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap karhutla yang berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan perusahaan memahami dampak karhutla terhadap aktivitas masyarakat dan keselamatan perjalanan. Karena itu, kesiapan operasional diperkuat untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar kawasan jalan tol sesuai kewenangan perusahaan.
“Kami berharap kebakaran dapat segera tertangani dan kondisi berangsur membaik, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Di tengah situasi ini, kami menyiapkan sarana pendukung pemadaman serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan di sekitar jalan tol, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujar Hamdani dalam keterangan tertulisnya yang diterima nusantaraterkini.co, Rabu (14/10/2026).
Di ruas Tol Palindra, Hutama Karya menyiagakan satu kendaraan tangki air berkapasitas 5.000 liter yang dilengkapi peralatan pemadam. Perusahaan juga menyiapkan kendaraan derek dengan tangki air berkapasitas 3.000 liter serta alat pemadam api untuk mendukung penanganan awal. Alat pemukul api turut tersedia pada setiap kendaraan operasional.
Sementara itu, di Tol Inprabu, perusahaan menyiapkan truk tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung pemadaman di area ruang milik jalan tol. Kesiapan tersebut dilengkapi tangki air tambahan berkapasitas 1.500 liter.
Penguatan sarana juga dilakukan di ruas Tol Terpeka. Hutama Karya menyediakan lima unit truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, berikut tangki air tambahan dan perlengkapan pemadaman. Perusahaan turut memperbarui dua unit pompa alkon pada kendaraan tangki air di Kayu Agung dan Lambu Kibang, serta mengganti empat selang untuk mendukung kelancaran operasional armada.
Selain itu, alat pemukul api atau gepyok disiagakan pada kendaraan patroli guna membantu penanganan awal di lapangan.
Dalam upaya penanganan terpadu, Hutama Karya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran, kepolisian, dan pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan melalui pelaporan kejadian karhutla di sekitar jalan tol serta dukungan tindak lanjut penanganan.
Khusus di koridor Terpeka, koordinasi melibatkan petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI), serta Manggala Agni OKI.
Untuk mengantisipasi kecelakaan akibat asap, perusahaan juga menyampaikan informasi keselamatan melalui media sosial, Variable Message Sign (VMS), spanduk, dan pengeras suara atau public address. Pengguna jalan diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan saat melintasi kawasan yang terdampak asap.
Hutama Karya meminta pengendara mengurangi kecepatan secara bertahap ketika jarak pandang mulai terbatas. Pengguna jalan juga diimbau memperlebar jarak dengan kendaraan di depan, menyalakan lampu utama, serta menghindari pengereman mendadak dan manuver menyalip.
Pengendara diminta mematuhi arahan petugas dan tidak menghentikan kendaraan di lajur lalu lintas. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mengganggu perjalanan, pengguna jalan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas jalan tol.
“Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas. Kami mengajak pengguna jalan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang tidak memadai. Manfaatkan tempat istirahat terdekat apabila perlu berhenti serta ikuti arahan petugas,” kata Hamdani.
Ia menegaskan, Hutama Karya akan terus mendukung upaya penanganan karhutla di sekitar jalur tol melalui kesiapan operasional dan koordinasi dengan pihak terkait. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna JTTS di tengah ancaman asap karhutla.
(Akb/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMenko Polkam Dudung Minta Penanganan Karhutla Sumsel Lebih Tegas
Fadli Tara·1 menit yang lalu -
SUMUTSenator Badikenita Br Sitepu Serap Aspirasi Masyarakat Raya Kahean Simalungun di Tebingtinggi
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NEWSKarhutla Ancam Jalur Tol di Sumsel, Hutama Karya Siagakan Armada Pemadam dan Imbau Pengendara Waspada
hendra·58 menit yang lalu -
PENDIDIKANPemkab Madina Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP Sampai Sabtu Akibat Kabut Asap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALPria Pengangguran di Medan Sunggal Bobol Rumah Tetangga, Gasak Barang Senilai Rp20 Juta
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KESEHATANKabut Asap Selimuti Kota Medan, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOOperasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 510 Kasus dan Ringkus 418 Tersangka
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANFMIPA USU Gelar Sumatran Biosphere Summer Course 2026, Perkuat Kolaborasi Internasional dan Pengabdian di Sipolha
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALStatus Tersangka Dhody Thahir Gugur di Praperadilan, Polda Sumut akan Evaluasi Penyidik
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan