RSUD Palembang Ungkap Kondisi Ojol yang Meninggal Diduga Akibat ISPA
RSUD Palembang mengungkap kondisi ojol Hardiansyah yang meninggal dunia diduga akibat ISPA setelah mengalami gangguan pernapasan dan asma.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pihak RSUD Palembang mengungkapkan kondisi tragis Hardiansyah (41), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang, Sabtu (3/10/2026).
Pihak rumah sakit menyampaikan jika saat tiba di rumah sakit, pria yang berprofesi sebagai driver ojol tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada, Jumat (2/10/2026).
Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang, Adea Triutami, menyatakan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada pukul 07.42 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa atau death on arrival (DoA).
"Pasien sampai di IGD sudah dalam kondisi tidak sadar. Dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sudah tidak ada nadi dan tidak ada napas," ujar Adea.
Tim medis langsung memberikan tindakan darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP), serta pemberian obat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pasien sudah tidak merespons.
"Sudah dilakukan RJP dan pemberian obat, namun pasien sudah tidak respons lagi," katanya.
Sementara itu, istri almarhum, Rika Yunita (39) menceritakan jika sebelumnya suaminya sempat mengalami batuk, pilek, serta memiliki riwayat asma yang kumat di tengah memburuknya kualitas udara.
“Memang Bapak ada riwayat asma. Sempat kambuh parah tanggal 15 September, tapi waktu itu tidak sempat ke dokter karena langsung membaik setelah diberi obat,” ungkap Rika.
Rika menyebut jika kondisi rumah mereka yang tanpa plafon membuat kabut asap pekat akibat karhutla mudah masuk.
Meskipun almarhum selalu disiplin memakai masker saat mencari nafkah sejak subuh, kesehatannya terus menurun hingga dilarikan ke RSUD BARI Palembang sekitar pukul 08.00 WIB.
“Sampai rumah sakit sudah tidak ada napas lagi,” tuturnya.
Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB setelah sempat mendapat serangkaian tindakan medis lanjutan dari pihak rumah sakit.
“Kalau dari RS cuma mengeluarkan surat keterangan meninggal dunia. Sempat di EKG, terus defibrilasi atau kejut jantung dan disuntik, tapi Bapak sudah meninggal dunia,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
SUMATERA TERKINIBupati dan Wabup Pasbar Pantau Pemilihan Wali Nagari
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
SUMSELRSUD Palembang Ungkap Kondisi Ojol yang Meninggal Diduga Akibat ISPA
hendra·42 menit yang lalu -
NASIONALKemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6
Herman Saleh Harahap·54 menit yang lalu -
-
NEWSRekam Jejak Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumsel yang Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
Semua berita sudah ditampilkan