Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan Promosi Jadi Wakapolda Sultra

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan dimutasi jadi Wakapolda Sultra. (Foto: Dok.Polrestabes Medan)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi sejumlah perwira di jajaran Kepolisian Republik Indonesia. 

Satu di antara yang dimutasi adalah Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan.

Baca Juga : Kapolri Angkat Komjen Pol Dedi Prasetyo jadi Wakapolri dan Mutasi 7 Kapolda

Mutasi Kombes Gidion tertuang dalam telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor ST/1764/VIII/KEP/2025/ tertanggal 5 Agustus 2025. Telegram ditandatangani asisten Kapolri bidang sumber daya manusia (AS SDM) Irjen Anwar.

Kombes Gidion Arif Setyawan dipromosikan menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Wakapolda Sultra). 

Alumni Akpol 1996 ini akan segera naik pangkat dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). 

Namun dalam TR tersebut belum tercantum sosok yang akan menempati posisi Kapolrestabes Medan menggantikan Gidion Arif Setyawan. 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan kepada wartawan, Selasa (5/8/2025) membenarkan Kapolrestabes Medan dipromosikan menjadi Waka Polda Sultra.

Baca Juga : Kombes Gidion Pimpin Sertijab Personel: Ini Daftarnya

Sosok Kombes Pol Gidion Arif Setyawan

Sebelum ditunjuk menjadi Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara.

Kombes pol Gidion Arif Setyawan adalah seorang perwira menengah Polri kelahiran 10 Juni 1975.

Gidion Arif Setyawan merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996, yang berpengalaman di bidang reserse.

Gidion pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Gidion juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) di Polda Jawa Timur, pada tahun 2019.

(fer/nusantaraterkini.co)