NUSANTARATERKINI.CO, SIDIKALANG - Jelang Pemilu 2024, Kapolres Dairi, AKBP Agus Bahari melakukan pemeriksaan mendadak kepada kendaraan bermotor para personil mulai dari tingkat yang berada di Polres maupun Polsek, Senin (5/1/2024).
Pantauan Tribun Medan, Kapolres Dairi melakukan pengecekan disetiap kendaraan personil baik roda dua maupun roda empat.
Pemeriksaan dimulai dari seluruh bodi motor hingga fisik kendaraan seperti rem, hingga kondisi ban.
Baca Juga : Polres Dairi Ciduk 3 Pelaku Pencurian Emas dan Surat Berharga Senilai Rp700 Juta
Selama pemeriksaan, terdapat sebuah kendaraan yang memiliki masalah pada bagian roda belakang, dimana roda tersebut goyang sehingga dapat membahayakan personil.
"Kita cek ini ya. Kalau goyang (ban), kamu push up ya, " ujar Kapolres kepada personil.
Setelah dicek, ternyata ban tersebut bermasalah saat di goyang Kapolres. Alhasil personil tersebut mendapat hukuman push up sebanyak 10 kali.
Baca Juga : Personel Polres Dairi Diduga Mengunci Pintu Ruangan sebelum Akhirnya Ditemukan Tewas Tergantung
"Tuh kan goyang. Push up kamu. Daripada berbahaya saat di jalan, mending di hukum disini, " tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Agus Bahari menekankan kepada seluruh personil untuk merawat setiap kendaraan dinas yang dikendarai oleh setiap personil.
Apalagi, saat ini menjelang pemilu kesehatan kendaraan sangat dibutuhkan untuk mengawal logistik KPU untuk sampai ke lokasi TPS.
Baca Juga : Pemkot Medan, Bawaslu hingga KPU Lakukan Penertiban APK di Masa Tenang Pemilu
"Kendaraan itu perlu kita rawat. Jangan sampai seperti saya pergi ke Alur Subur, itu ada kendaraan yang rem depannya macet, mogok, dan ban bocor. Kalau ban bocor mungkin oke lah karena kurang tekanan angin, sehingga terhentak ke jalan bebatuan jadinya bocor. Tapi kalau rem nya macet, itu sangat berbahaya, " ujarnya.
Dirinya pun mengingatkan kepada personil untuk menjaga kesehatan kendaraan apalagi saat bertugas mengawal logistik KPU.
Apalagi mengingat di beberapa desa masih terdapat jalanan yang bebatuan dan licin.
Baca Juga : Pengiriman Logistik Pemilu ke Pulau Terluar Sumenep, Tempuh 13 Jam Perjalanan Laut
"Tugas kita mengawal logistik KPU. Mungkin satu di depan, satu lagi di belakang. Mungkin di beberapa lokasi, kondisi jalannya bebatuan. Sehingga kondisi kendaraan sangat perlu diperhatikan, apalagi kondisi ban dan rem, " tegasnya.
Dirinya juga berpesan kepada Kabag Logistik untuk mendata kendaraan dinas yang memiliki masalah teknis untuk segera diberikan bantuan perbaikan.
(*/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
