Nusantaraterkini.co, MEDAN - Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang telah dicanangkan sejak tahun 2022 secara kasat mata masih belum tampak mengalami progres yang signifikan.
Dari luar, proyek tersebut masih dikelilingi oleh pagar seng, sehingga warga yang melintas tak bisa melihat secara langsung. Sementara, pada tampak dalam, terlihat, konstruksi bangunan pada bagian dalam belum berwujud, meski ada aktivitas pekerja, alat berat dan tumpukan tanah.
Karenanya wajar, pekerjaan konstruksi yang awalnya direncanakan bakal selesai diakhir tahun 2024, kini justru menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Seperti yang diketahui, Walikota Medan, Bobby Nasution pada April lalu mengklaim bahwa revitalisasi Lapangan Merdeka telah mencapai 80 persen, yakni basement I sudah mencapai 50 persen, basement II 70 persen serta lantai dasar 50 persen.
Baca Juga: Anak Bunuh Ayah Kandung Akibat Tak Diajak Pindah Rumah di Patumbak
Baca Juga: Suci Mahasiswa S1 Cumlaude Dapat Beasiswa S2 LPDP ke Inggris tanpa Rekomendasi Pemkab Madina
Namun berdasarkan pantauan Nusantaraterkini.co, Jumat (6/9/2024), revitalisasi konstruksi Lapangan Merdeka masih belum tampak seperti yang diungkapankan oleh menantu Presiden Jokowi tersebut.
Pasalnya, proyek revitalisasi tersebut terlihat belum menunjukkan pencapaian yang signifikan.
Sayangnya, saat Nusantaraterkini.co mencoba mendokumentasikan progres pembangunan yang telah dicapai, seorang pria dengan postur tubuh tinggi, menghampiri, lalu melarang proses dokumentasi tersebut.
"Bang, gak boleh," ucapnya tegas.
Di saat yang bersamaan, wartawan kemudian diarahkan menuju lantai bawah, dan bertemu dengan dua orang pria yang mengaku sebagai pihak dari K3. Satu diantara mereka mengenakan kacamata mengaku dirinya adalah Rendi.
"Gak boleh bang, untuk foto-foto bang," katanya.
Namun saat ditanya mengenai progres revitalisasi mereka memilih bungkam. Disebutkannya jika yang mempunyai wewenang untuk menjawab hal itu adalah Humas.
Sebelumnya, beberapa elemen masyarakat ada melakukan protes terkait revitalisasi pembangunan lapangan merdeka tersebut.
Garuda Merah Putih Community pun mengkritik Walikota Medan, Bobby Nasution tidak layak untuk maju dalam perhelatan Pilkada 2024 lantaran beberapa proyek Bobby yang dianggapnya masih mangkrak.
"Poin penting yang kita soroti adalah beberapa proyek di Kota Medan yang mangkrak, sementara Bobby (diduga) terlibat dalam aktivitas tambang di Halmahera," ucap Presidium Garuda Merah Putih Comunity Dedy Harvisahari, Senin (26/8/2024) lalu.
Berdasarkan informasi, pengerjaan tahap pertama revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan meliputi pemasangan bor pile atau pondasi tiang pancang dan penggalian basement (ruang bawah tanah).
Terhitung, ada sebanyak 1.800 bor pile yang dipasang guna mendukung revitalisasi lapangan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus cagar budaya tersebut.
Selain RTH dan cagar budaya, Bobby Nasution melalui revitalisasi ini ingin menjadikan lapangan yang dulunya sebagai alun-alun itu sebagai ruang publik sekaligus tempat interaksi dan ragam kegiatan bagi warga Kota Medan.
Kemudian untuk pengerjaan tahap kedua akan fokus untuk pekerjaan struktur yang meliputi pekerjaan pendahuluan, tanah, struktur bawah dan struktur atas, diikuti pekerjaan arsitektur yang meliputi pekerjaan arsitektur lantai ground floor, pekerjaan arsitektur lantai basement I dan pekerjaan arsitektur lantai basement II.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
