Nusantaraterkini.co, BINJAI - Jalan penghubung atau alternatif Kabupaten Langkat-Karo, tepatnya di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, nyaris putus.
Jalan tersebut memiliki lebar 4,5 meter. Sementara akibat curah hujan yang tinggi dan terjadi longsor, sehingga jalan tersebut hanya menyisahkan satu meter.
Tentu jalan yang sempit itu membuat pengendara harus lebih ekstra berhati-hati.
Baca Juga : Jalan Alternatif Langkat-Karo Sudah Bisa Dilintasi, Pengendara Diimbau Tetap Waspada Karena Licin dan Kabut
"Karena itu, Satuan Lalu Lintas Polres Binjai memasang spanduk imbauan agar pengendara dapat berhati-hati saat melintas akses jalan yang menuju objek wisata di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah," ujar Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Agus Ita Lestari, Sabtu (4/5/2024).
Lanjut Ita, jalan itu juga menjadi rusak dan bercampur lumpur akibat longsor tersebut.
"Ruas itu merupakan jalan milik Provinsi Sumatera Utara karena menghubungkan Kabupaten Langkat dengan Tanah Karo," ujar Ita.
Baca Juga : Mobil Rombongan Keluarga Asal Kota Medan Masuk Jurang di Jalan Alternatif Langkat-Karo, 1 Tewas 4 Luka-luka
"Lokasi jalan yang longsor tepatnya terjadi di depan Sekolah Dasar Negeri 050625, Desa Rumah Galuh. Kondisinya mengkhawatirkan," sambungnya.
Kasat Lantas Polres Binjai ini menambahkan, kedalaman longsor sekitar enam meter dan panjang jalan akibat longsor sekitar 11,6 meter.
Satlantas Polres Binjai, katanya, sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk merobohkan pagar pada SD Negeri 050625.
Baca Juga : BNPB Percepat Pemulihan Akses Bencana Sumut: Total Korban Wafat 360 Jiwa, 28 Ribu Rumah Rusak
Tujuannya, agar pengendara dapat melintas dengan menggunakan bahu jalan dan halaman SD.
"Kami dari Satlantas Polres Binjai bersama Dinas Perhubungan Langkat juga sudah pasang tanda atau spanduk imbauan kepada pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas," tutup Ita. (rsy/nusantaraterkini.co)
