Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Israel Perintahkan Pasukan Cegat Kapal Bantuan Madleen Sebelum Capai Gaza

Kapal tersebut, yang merupakan bagian dari organisasi internasional Freedom Flotilla Coalition, membawa sejumlah aktivis

Kapal Madleen saat berlayar ke Gaza. (Foto: dok x/@FranceskAlbs)
Kapal Madleen saat berlayar ke Gaza. (Foto: dok x/@FranceskAlbs)
A A

, YERUSALEM - Menteri Pertahanan , Israel Katz mengatakan, telah memerintahkan pasukannya untuk mencegah , sebuah pengangkut bantuan, mencapai Jalur .

Kapal tersebut, yang merupakan bagian dari organisasi internasional Freedom Flotilla Coalition, membawa sejumlah , termasuk pegiat kampanye iklim asal Swedia, Greta Thunberg, serta pasokan bantuan kemanusiaan.

BACA JUGA: 5 Warga Palestina Tewas dan 100 Terluka di Dekat Pusat Distribusi Bantuan Israel dan AS di Gaza

Pihak penyelenggara mengatakan itu berada di perairan internasional di lepas pantai Mesir dan diperkirakan akan mendekati garis pantai pada kemudian waktu pada hari Minggu tersebut.

“Armada ini dipimpin oleh sekelompok propagandis Hamas yang antisemit dan anti-, dan mereka tidak akan mencapai pantai Gaza. Putar baliklah sekarang,” kata Katz dalam sebuah pernyataan yang ditujukan langsung kepada para , pada Minggu (8/6/2025).

Katz membayangkan Angkatan Laut Israel untuk mencegat kapal tersebut dan mengambil langkah apa pun yang diperlukan guna menghentikannya 

Dia menegaskan bahwa Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran blokade maritim, yang menurutnya bertujuan untuk mencegah senjata sampai ke tangan Hamas.

Pelayaran kali ini dilakukan sekitar satu bulan setelah Conscience, kapal lain milik fasilitas itu, dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan drone di perairan internasional di dekat Malta.

BACA JUGA: 31 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Israel di Dekat Pusat Bantuan di Gaza Selatan

Sebelumnya, Israel memberlakukan blokade ketat di Jalur Gaza sejak tahun 2007, ketika kelompok Islamis Hamas menguasai daerah kantong tersebut. Blokade Israel diperketat secara signifikan pascaserangan mematikan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Perang yang kini telah memasuki bulan ke-21 tersebut memicu krisis kemanusiaan yang parah. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok pegiat kemanusiaan telah berulang kali memperingatkan soal bencana kelaparan yang akan segera terjadi di Jalur Gaza, yang berpenduduk 2,3 juta jiwa.

PBB menyebut bahwa seluruh warga di Jalur Gaza sedang menghadapi kerawanan pangan yang mengancam nyawa.

(Zie/)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru