Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

5 Warga Palestina Tewas dan 100 Terluka di Dekat Pusat Distribusi Bantuan Israel dan AS di Gaza

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka akibat tembakan senjata api Israel pada Sabtu (7/6/2025) di dekat dua titik distribusi bantuan di Jalur Gaza. (Foto: Xinhua)

Nusantaraterkini.co, GAZA - Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka akibat tembakan senjata api Israel pada Sabtu (7/6/2025) di dekat dua titik distribusi bantuan di Jalur Gaza, demikian dilansir oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip para pejabat kesehatan dan saksi mata. 

Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat (10.00 WIB) saat kerumunan besar warga berkumpul di dekat sebuah pusat distribusi makanan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan. Pusat distribusi bantuan GHF tersebut, yang didirikan dengan dukungan dari Israel dan Amerika Serikat (AS), dijadwalkan akan dibuka pada Sabtu pagi.

Baca Juga : Bom Mobil Meledak saat Nobar Final Piala Eropa di Kafe, 5 Orang Tewas, Puluhan Terluka

Empat jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, ungkap staf rumah sakit. Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan di dekat sebuah bundaran sekitar 1 km dari pusat bantuan GHF. Seorang warga Palestina lainnya dilaporkan tewas di dekat titik distribusi bantuan terpisah di Gaza tengah.

Baca Juga : Pulang Lebih Awal Demi Beri Kejutan untuk Istri, Pria Ini Malah Disuguhi Pemandangan Menyayat Hati

Militer Israel menyebutkan bahwa pasukannya melepaskan tembakan peringatan kepada "tersangka" yang mendekati tentara dan mengabaikan seruan berulang kali untuk mundur. Militer Israel mendeskripsikan daerah tersebut sebagai bagian dari zona tempur aktif saat malam hari.

Insiden yang terjadi pada Sabtu itu menjadi insiden terbaru dalam serangkaian peristiwa fatal yang terjadi di dekat lokasi-lokasi bantuan di Gaza, di mana kerawanan pangan kian parah di tengah konflik yang terus berlanjut. Otoritas Israel sebelumnya menuduh Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza, telah mengganggu pengiriman bantuan dan berusaha menyita pasokan.

Baca Juga : Tragis, Bayi Kembar di Gaza Meninggal Kena Bom Israel saat Ayah Ambil Akta Lahir

"Kami beroperasi di dekat lokasi dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas," ujar militer Israel dalam sebuah pernyataan pada Juni setelah insiden-insiden sebelumnya.

Baca Juga : Banjir Bandang di China Tewaskan 9 Orang, 3 Masih Hilang

GHF, sebuah organisasi yang berbasis di AS yang beroperasi di luar kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan-badan kemanusiaan utama, mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa pihaknya pada Minggu (8/6) mendistribusikan bantuan di Gaza tengah dan selatan, tetapi tidak melakukan distribusi bantuan pada Sabtu.

GHF menyalahkan ancaman dari Hamas atas penangguhan operasional mereka pada Sabtu, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Hamas. 

Baca Juga : Gelar Protes di London, Walhi Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Habitat Orangutan Tapanuli

GHF mengandalkan kontraktor militer swasta AS untuk mengelola situs-situsnya. Organisasi itu dikritik oleh PBB serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya terkait "kurangnya netralitas". Para pejabat Palestina mendeskripsikan GHF sebagai bagian dari rencana Israel untuk memperkuat kendali di Gaza dan menyingkirkan peran PBB serta lembaga-lembaga kemanusiaan internasional lainnya.

Baca Juga : Ribuan Orang di Slovakia Unjuk Rasa Peringati Tujuh Pembunuhan Wartawan dan Tunangannya

(fer/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua