Nusantaraterkini.co - Kebutuhan akan tenaga kesehatan yang kompeten dan handal semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan membuka kesempatan bagi para lulusan sarjana kesehatan di tahun 2024 untuk mengikuti program Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Baca Juga : Kabar Baik: Kemenkeu Buka Lowongan 300 Pegawai Bea Cukai untuk Lulusan SMA Seluruh Indonesia
Berikut adalah tujuh jurusan kesehatan yang dibutuhkan untuk CPNS 2024.
Baca Juga : Rekrutmen CPNS 2026 Bakal Lebih Ketat, Nasib Gaji PNS Masih Tanda Tanya
Dokter Umum dan Dokter Spesialis
Dokter Umum
Baca Juga : Warga Keluhkan Pelayanan dan Masalah E-materai, Hari Terakhir Daftar CPNS Tersendat
Dokter umum adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menangani berbagai masalah kesehatan dasar.
Dokter umum memainkan peran penting dalam membuat diagnosis awal, memberikan pengobatan, dan memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien.
Baca Juga : Ini 6 Rekomendasi Channel YouTube untuk Latihan Soal SKD CPNS 2024
Dokter umum juga bertanggung jawab untuk merujuk pasien ke dokter spesialis jika mereka membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Baca Juga : Tingkat Pengangguran di Sumut Turun Menjadi 5,32 Persen
Dokter Spesialis
Dokter spesialis adalah dokter yang memiliki keahlian di bidang tertentu, seperti kardiologi, bedah, pediatri, dan lain-lain. Mereka menjalani pendidikan dan pelatihan lebih lanjut setelah menyelesaikan pelatihan dokter umum.
Baca Juga : Jenis Tes SKB CPNS 2024 di Instansi Kejaksaan, Lengkap Bobot Nilainya
Dokter spesialis bertanggung jawab atas kasus-kasus kompleks yang membutuhkan perawatan khusus dan mendalam.
Tenaga Kesehatan Masyarakat
Tenaga kesehatan masyarakat berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit serta promosi kesehatan di tingkat masyarakat.
Mereka bekerja dalam berbagai program kesehatan, termasuk imunisasi, pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan, dan pengendalian penyakit menular.
Tujuan utama mereka adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan pencegahan dan promosi.
Tenaga Kesehatan Teknis
Tenaga kesehatan teknis mencakup berbagai profesi yang mendukung perawatan kesehatan, seperti teknisi laboratorium, radiografer, dan teknisi farmasi.
Mereka bertanggung jawab atas tugas-tugas teknis yang mendukung diagnosis dan perawatan pasien. Sebagai contoh, teknisi laboratorium menganalisis sampel darah dan urin, dan radiografer mengoperasikan peralatan radiologi untuk tes pencitraan.
Tenaga Kesehatan Mental
Tenaga kesehatan mental meliputi psikiater, psikolog klinis, dan konselor kesehatan mental. Mereka memainkan peran penting dalam memberikan perawatan dan dukungan kepada individu dengan masalah kesehatan mental.
Psikiater memiliki kualifikasi untuk meresepkan obat dan melakukan perawatan medis, sementara psikolog klinis dan konselor lebih fokus pada psikoterapi dan konseling.
Ahli Gizi
Ahli gizi bertanggung jawab untuk memberikan saran dan panduan tentang diet yang sehat dan seimbang. Ahli gizi bekerja dengan individu dan kelompok untuk merancang diet yang memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Ahli gizi juga bertanggung jawab untuk mengatasi masalah gizi seperti obesitas, kekurangan gizi, dan penyakit yang terkait dengan diet yang tidak sehat.
Tenaga Kesehatan Lingkungan
Tenaga kesehatan lingkungan bertanggung jawab untuk memastikan kondisi kehidupan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
Mereka memantau air, udara, dan sanitasi lingkungan. Mereka juga bertanggung jawab untuk mengendalikan vektor penyakit, seperti nyamuk dan tikus, serta membuang limbah medis dan bahan berbahaya lainnya.
Perawat dan Bidan
Perawat
Perawat adalah tulang punggung layanan kesehatan, yang memberikan perawatan langsung kepada pasien. Mereka bekerja di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, pusat kesehatan, dan klinik.
Tugas perawat termasuk mengukur tanda-tanda vital, memberikan obat, dan membantu pasien melalui proses pemulihan.
Bidan
Bidan memainkan peran khusus dalam layanan kesehatan reproduksi, termasuk pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan perawatan pascapersalinan, serta memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Bidan memainkan peran penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan dan setelah kelahiran.
(mft/Nusantaraterkini.co)
