Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Indonesia Bidik Investasi Rp2.967 Triliun untuk Genjot Produksi Listrik Nasional

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pembangkit listrik. (Foto: dok istockphoto)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Indonesia saat ini sedang membutuhkan investasi sebesar Rp2.967 triliun atau sekitar 182 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.297) untuk menggenjot produksi listrik nasional hingga 2034.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, bahwa rincian kebutuhan aset keuangan tersebut mencakup investasi proyek sebesar Rp2.699 triliun, serta untuk pemeliharaan produksi modal (capex) dan bunga selama masa konstruksi sebesar Rp268 triliun.

Baca Juga: Hore! Diskon Tarif Listrik 50% Bagi Golongan 450 VA, 900 VA dan 1.300 VA Berlaku Mulai Juni-Juli 2025

“Semua itu membutuhkan investasi hingga hampir Rp3.000 triliun. PLN tentu tidak dapat melaksanakan agenda ini sendirian,” ungkap Darmawan di Jakarta seperti dikutip media, pada Senin (2/6/2025).

Dia mengatakan bahwa setidaknya ada delapan proyek kelistrikan yang akan ditawarkan Indonesia untuk periode 2025 hingga 2034.

Baca Juga: Hadiah Semangat Pancasila, Kini Listrik di Pulau Gili Raja Bisa Menyala Selama 12 Jam

Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga terbarukan beban dasar (baseload) berkapasitas 22,1 gigawatt (GW) dan pembangkit listrik tenaga panas bumi beban dasar berkapasitas 16,6 GW, serta pengembangan energi terbarukan variabel seperti tenaga angin dan surya sebesar 24,3 GW, sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 6 GW/27 gigawatt-jam (GWh), pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 0,5 GW, dan jaringan transmisi serta gardu induk yang akan membentang sepanjang 47.758 kilometer.

“PLN sendiri akan menginvestasikan sekitar Rp567,67 triliun untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar 20,4 GW. Secara keseluruhan, kapasitas listrik nasional akan meningkat 69,5 GW,” tutur Darmawan.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua