Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Indonesia Bidik Investasi Rp2.967 Triliun untuk Genjot Produksi Listrik Nasional

Setidaknya ada delapan proyek kelistrikan yang akan ditawarkan Indonesia untuk periode 2025 hingga 2034.

Ilustrasi pembangkit listrik. (Foto: dok istockphoto)
Ilustrasi pembangkit listrik. (Foto: dok istockphoto)
A A

, JAKARTA - Indonesia saat ini sedang membutuhkan sebesar Rp2.967 triliun atau sekitar 182 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.297) untuk menggenjot produksi nasional hingga 2034.

Direktur Utama mengatakan, bahwa rincian kebutuhan aset keuangan tersebut mencakup investasi proyek sebesar Rp2.699 triliun, serta untuk pemeliharaan produksi modal (capex) dan bunga selama masa konstruksi sebesar Rp268 triliun.

Baca Juga: Hore! Diskon Tarif Listrik 50% Bagi Golongan 450 VA, 900 VA dan 1.300 VA Berlaku Mulai Juni-Juli 2025

“Semua itu membutuhkan hingga hampir Rp3.000 triliun. tentu tidak dapat melaksanakan agenda ini sendirian,” ungkap Darmawan di Jakarta seperti dikutip media, pada Senin (2/6/2025).

Dia mengatakan bahwa setidaknya ada delapan proyek kelistrikan yang akan ditawarkan Indonesia untuk periode 2025 hingga 2034.

Baca Juga: Hadiah Semangat Pancasila, Kini Listrik di Pulau Gili Raja Bisa Menyala Selama 12 Jam

Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan tenaga terbarukan beban dasar (baseload) berkapasitas 22,1 gigawatt (GW) dan pembangkit listrik tenaga panas bumi beban dasar berkapasitas 16,6 GW, serta pengembangan energi terbarukan variabel seperti tenaga angin dan surya sebesar 24,3 GW, sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 6 GW/27 gigawatt-jam (GWh), pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 0,5 GW, dan jaringan transmisi serta gardu induk yang akan membentang sepanjang 47.758 kilometer.

“PLN sendiri akan menginvestasikan sekitar Rp567,67 triliun untuk membangun " class="article-tag-link" rel="tag">pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar 20,4 GW. Secara keseluruhan, kapasitas listrik nasional akan meningkat 69,5 GW,” tutur Darmawan.

(Zie/)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru