nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan bertolak ke AS untuk negosiasi tarif impor 32 persen yang diteken Presiden AS Donald Trump.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan nantinya negosiasi tersebut akan dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
“Jadi kan minggu depan, bertemu dengan segala pihak yang perlu kita temui, terutama USTR (United States Trade Representative). Pak Menko-nya dengan Kemlu. Habis gitu kan kebetulan spring meeting kan nanti minggu depannya lagi. Jadi memang ini nggak akan pendek,” kata Febrio di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian dikutip kumparan, Senin (7/4/2025).
Menurut Febrio dalam tim negosiasi ini termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, namun hanya Menko Airlangga dan Menlu Sugiono yang akan bertolak ke AS.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan perwakilan pemerintah yang dipimpin Menko Airlangga tersebut akan dilakukan paling lambat pada 17 April 2025.
Dia tidak menampik pertemuan ini akan digelar setelah tarif 32 persen dari AS berlaku pada tanggal 9 April 2025. Sebab menurut dia negosiasi tidak akan diterima sebelum tarif tinggi tersebut diberlakukan.
Baca Juga : Indonesia Didorong Waspada, Misi Perdamaian Gaza Berpotensi Ganggu Keseimbangan Hubungan AS–Cina
“Paling lambat tanggal 17 April. Memang akan diberlakukan dulu baru akan dibahas negosiasinya. Semua enggak akan diterima sebelum tanggal 9 April,” kata Faisol.
Senada dengan Febrio, Faisol juga menyebut tim negosiasi ini akan dilakukan oleh Menko Airlangga. Namun menurut Faisol belum ditentukan siapa saja yang akan mendampingi Airlangga.
"Masih dalam pembahasan anggota tim negosiasi yang akan ikut, tapi dalam waktu dekat kemungkinan diinfo ke kita, yang pasti Pak Menko Airlangga," terangnya.
Baca Juga : Pakar HTN: Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Mandat Final Reformasi
Menko Airlangga menuturkan saat ini pemerintah memang tengah berupaya membuka pembicaraan dengan AS terkait tarif bea masuk ini. Hanya saja, pemerintah AS juga harus berurusan dengan banyak negara usai kebijakan ini diteken 2 April lalu.
"Nah tentunya Bapak Presiden sudah mengarahkan setelah hari ini kita akan memberikan masukan kepada Amerika untuk kita bisa memberikan respons dan harapannya tentu Amerika sendiri kan ini dikenakan kepada seluruh negara, maka pada waktu yang sama seluruh negara ingin bertemu dengan Amerika,” tutur Airlangga.
Sebelum bertolak ke AS, Indonesia akan mendorong beberapa kesepakatan dan dengan beberapa negara ASEAN untuk mengkalibrasi sikap pemimpin negara ASEAN dalam menghadapi perang tarif AS.
Baca Juga : Cek Langsung Bener Meriah, Prabowo: Puluhan Helikopter dan Pesawat Dikerahkan Tangani Bencana
Airlangga mengaku telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Singapura dan Kamboja mengenai kesepakatan ini. Nantinya, Indonesia akan mengirim Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk berdiskusi.
“Menteri Perdagangan akan bertemu pada 10 April, Pak Mendag mungkin akan hadir di sana di mana ASEAN akan mengutamakan negosiasi. Jadi ASEAN tidak mengambil langkah retaliasi,” kata Airlangga.
(Dra/nusantaraterkini.co).
