Nusantaraterkini.co, Jakarta - Awal perdagangan Senin (13/1/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 1,02% atau 71,99 poin ke 7.016,88 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Delapan dari 11 sektor menyeret IHSG ke zona merah. Sektor perindustrian tumbang 1,30%. Sektor keuangan ambruk 1,21%. Sektor teknologi ambrol 1,09%. Sektor transportasi dan logistik merosot 0,88%.
BACA: Pergerakan IHSG Terkoreksi Sebesar 1,05% Dalam Sepekan
Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63
Sektor infrastruktur terjun 0,74%. Sektor properti dan real estat terpangkas 0,70%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,58%. Sektor barang konsumsi primer melemah 0,47%.
Hanya tiga sektor yang masih mampu menguat saat IHSG turun. Sektor barang baku naik 0,58%. Sektor kesehatan menguat 0,21%. Sektor energi menanjak 0,10%.
BACA: IHSG Menguat Naik 39,71 Poin ke Level 7.104,29 di Akhir Perdagangan Sesi I
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)
Top gainers LQ45 hari ini adalah:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 7,14%
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 4,69%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 4,61%
BACA: IHSG Terkoreksi Lebih Dari 1% Duduk Ke Level 7.080,474 di Perdagangan Senin (6/1/2025)
Baca Juga : IHSG Parkir di Zona Hijau Bertengger di Level 7.926,45 di Perdagangan Sesi I, Jumat (15/8/2025)
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) -4,56%
PT Bank Jago Tbk (ARTO) -4,31%
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -3,99%
Total volume transaksi bursa mencapai 16,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,7 triliun. Sebanyak 383 saham melemah. Ada 234 saham yang menguat dan 186 saham flat.
Baca Juga : IHSG Berhasil Menguat 0,93% Dalam Sepekan Terakhir di Pasar Spot
IHSG tercatat melemah 0,90% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, pelemahan IHSG mencapai 0,89%.
