nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (31/10/2025).
Pada penutupan bursa Kamis (30/10/2025), IHSG menguat tipis sebesar 17,84 poin atau 0,22 persen ke level 8.184.
Sentimen Global: Pertemuan AS–China Dongkrak Optimisme Pasar
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa sentimen positif datang dari hasil pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang menjadi sorotan investor global.
“Pertemuan kedua negara besar ini membawa angin segar bagi pasar. AS menyepakati penurunan tarif impor fentanil sebesar 10 persen, yang berdampak positif bagi China dan juga negara lain,” kata Nico.
Selain itu, China juga menunda kebijakan pembatasan ekspor rare earth dan berkomitmen membeli kedelai hingga 12 juta metrik ton selama setahun ke depan. Kedua negara juga sepakat menangguhkan pungutan biaya kapal yang sempat memicu ketegangan perdagangan.
Baca Juga : Ketidakselarasan dengan Prabowonomics Dinilai Jadi Pemicu Eksodus Massal Petinggi OJK dan BEI
Langkah tersebut dinilai akan menurunkan ketidakpastian global dan memberikan ruang bagi aset berisiko seperti saham untuk menguat.
Sentimen Domestik: Sektor Manufaktur Indonesia Tumbuh
Dari dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan kinerja sektor manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 masih berada dalam fase ekspansi.
Baca Juga : IHSG Tampil Perkasa di Awal Pekan, Peluang Lanjut Menguat Masih Terbuka
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) naik 0,48 poin menjadi 53,50, dibandingkan posisi September di level 53,02.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan kisaran support di 8.020 dan resistance di 8.290,” ujar Nico dalam riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (31/10/2025).
Analisis Teknis: Peluang Penguatan Masih Terbuka
Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 10 November 2025
Sementara itu, analis MNC Sekuritas T. Herditya Wicaksana menambahkan, IHSG menutup perdagangan kemarin dengan penguatan disertai meningkatnya volume pembelian.
“Penutupan IHSG juga berhasil menembus MA20 (rata-rata 20 hari terakhir), sehingga peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka. Area penguatan terdekat berada di kisaran 8.268–8.354,” ujarnya.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
Baca Juga : Rupiah Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Ditutup Melemah di Kisaran Rp16.800 per Dolar AS
Pilarmas Investindo Sekuritas
MDKA – Last: 2.500 | Support: 2.420 | Resistance: 2.640 | Target: 2.620
BUMI – Last: 141 | Support: 137 | Resistance: 148 | Target: 145
Baca Juga : Rupiah Kian Perkasa, Dolar AS Tertekan ke Level Rp16.710
CMRY – Last: 5.400 | Support: 5.300 | Resistance: 5.650 | Target: 5.600
CPIN – Speculative buy di 4.750–4.970 | Cut loss 4.720 | Target: 4.860–4.900
BREN – Speculative buy di 8.475–8.600 | Cut loss 8.450 | Target: 8.725–8.850
SGER – Speculative buy di 545–555 | Cut loss 540 | Target: 570–585
MNC Sekuritas
ADMR – Buy on weakness di 1.420–1.445 | Stop loss < 1.400 | Target: 1.555–1.640
ANTM – Speculative buy di 3.060–3.120 | Stop loss < 3.020 | Target: 3.370–3.580
DEWA – Buy on weakness di 302–316 | Stop loss < 286 | Target: 344–360
ERAA – Buy on weakness di 404–418 | Stop loss < 394 | Target: 442–470
Outlook IHSG Hari Ini:
Dengan dukungan sentimen positif dari global dan domestik, analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak naik terbatas. Namun, investor tetap disarankan untuk mencermati area resistance terdekat serta menunggu konfirmasi lanjutan dari pergerakan harga komoditas dan rupiah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
