Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpeluang Menguat ke 6.267, Redanya Ketegangan Timur Tengah Jadi Katalis

IHSG diprediksi menguat ke 6.267 pada 12 Oktober 2026 seiring meredanya konflik Timur Tengah. Simak rekomendasi saham pilihan analis hari ini.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (12/10/2026). Meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah, stabilitas nilai tukar rupiah, serta potensi penurunan harga minyak dunia menjadi sejumlah faktor yang dapat menopang pergerakan pasar saham domestik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG menguat 62,47 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.093,759. Untuk perdagangan awal pekan ini, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks bergerak di kisaran 6.180–6.267.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai prospek pasar saham Indonesia mulai menunjukkan sentimen yang lebih positif. Meski demikian, investor masih perlu mencermati perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi.

Menurut Nafan, kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah mulai berkurang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu yang dijadwalkan mulai 3 November 2026.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar global, terutama karena ketegangan geopolitik berpengaruh terhadap pergerakan harga energi dan ekspektasi inflasi.

Harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,29 persen menjadi USD104,42 per barel. Jika tren penurunan harga minyak berlanjut, tekanan inflasi berpotensi mereda sehingga memberikan ruang bagi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif.

Pasar juga mencermati keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Dalam data yang disampaikan Nafan, probabilitas suku bunga dipertahankan berada di angka 82,3 persen.

“Bagi pasar saham Indonesia, kondisi ini berpotensi memberikan sentimen eksternal yang relatif positif apabila harga minyak terus melandai dan saham global terus menguat,” ujar Nafan.

Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah yang relatif stabil turut memberikan dukungan bagi pasar keuangan. Rupiah terapresiasi 0,09 persen ke level Rp17.899 per dolar AS.

Stabilitas rupiah dinilai dapat membantu menjaga prospek emiten berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan industri yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Selain itu, rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memanfaatkan peluang investasi di pasar saham ketika valuasi dinilai menarik juga menjadi perhatian investor.

Danantara disebut membuka peluang untuk menambah investasi sekitar USD1 miliar hingga akhir 2026, dengan realisasi yang bergantung pada kondisi pasar. Rencana tersebut berpotensi memperkuat sentimen psikologis pelaku pasar di tengah volatilitas indeks.

Mirae Asset Soroti AMMN, BUMI, dan TPIA

Dalam rekomendasi perdagangan Senin, Mirae Asset Sekuritas menyoroti tiga saham, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Meski peluang penguatan masih terbuka, investor tetap perlu memperhatikan perubahan sentimen global, pergerakan harga komoditas, serta respons pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter AS.

MNC Sekuritas Ingatkan Potensi Koreksi IHSG

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang bergerak fluktuatif. Dalam skenario penguatan, indeks diproyeksikan menguji area 6.227–6.231.

Namun, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Apabila IHSG menembus ke bawah level 5.973, indeks berpotensi melemah menuju kisaran 5.850–5.911.

MNC Sekuritas menjelaskan bahwa pergerakan IHSG saat ini berada dalam bagian wave iv dari wave c. Berdasarkan analisis teknikal tersebut, indeks masih memiliki peluang untuk menguat dan menguji area celah harga atau gap di level 6.227–6.231.

Meski demikian, investor disarankan mencermati level support dan perkembangan pergerakan indeks untuk mengantisipasi perubahan arah pasar.

Untuk perdagangan Senin (12/10/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan saham BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG untuk dicermati pelaku pasar.

Dengan kombinasi sentimen eksternal yang mulai membaik dan dukungan dari dalam negeri, IHSG berpeluang bergerak positif pada awal pekan. Namun, ketidakpastian global dan risiko koreksi teknikal tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan investor sebelum mengambil keputusan investasi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait