Nusantaraterkini.co, Jakarta - Harga emas spot dunia berada di level US$ 3.379 per ons troi, naik 1,37%. Sementara dolar Amerika Serikat (AS) masih dalam tren bullish, emas kembali unjuk gigi sebagai salah satu aset safe haven yang harganya kembali naik.
BACA: Harga Emas Antam Melambung Rp25.000 Dibanderol Rp1.956.000 Per Gram di Perdagangan Rabu (6/5/2025)
Berdasarkan data dari Trading Economics, Selasa (6/5) pukul 15.30 WIB, harga emas spot dunia berada di level US$ 3.379 per ons troi, naik 1,37% secara harian. Di sisi lain, indeks dolar (DXY) berada di level 99,569 bp.
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Melonjak Drastis ke Rp2.946.000 per Gram!
Menurut Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang cenderung tak pasti mendorong investor beralih dari dolar ke emas.
Harga Emas Antam Meroket Rp 26.000 Dibanderol Rp1.931.000 Per Gram di Perdagangan Selasa (6/5/2025)
“Kebijakan pemerintah AS dan Trump yang kontroversi memicu pelarian safe haven dari dolar ke emas,” sebut Lukman.
Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish
Menurut data World Gold Council, Rabu (30/4), arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa emas pasar China memang mencapai rekor tertinggi pada kuartal I 2025, yakni sekitar 16,7 miliar yuan. Itu setara dengan 23 metrik ton emas fisik.
"China juga melepas obligasi AS, turun ke US$ 700 miliar dari lebih dai US$ 1 triliun," tambah Lukman.
Secara keseluruhan, Lukman menilai emas masih akan menjadi aset safe haven yang menarik ketimbang dolar AS.
Jadi untuk investor, Lukman menyarankan untuk tetap menahan aset yang dimilikinya.
Momentum harga turun ke depannya, jika ada lagi, bisa dimanfaatkan untuk buy on dip.
Dus bagi investor yang berinvestasi lewat futures dengan leverage tinggi, pastikan ekuitas mencukupi untuk menahan volatilitas atau koreksi besar seperti yang sempat terjadi kurang lebih dua pekan lalu
(wiwin/nusantaraterkini.co)
