Hamas Ingin Gelar Pertemuan Langsung dengan Fatah, Bahas Strategi Nasional Pasca-Konferensi Ramallah
Hamas ajak Fatah bertemu langsung untuk bahas strategi nasional Palestina hadapi tantangan pasca-konferensi
Nusantaraterkini.co, GAZA - Hamas menyerukan untuk dilakukannya pertemuan langsung dengan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) guna membahas strategi nasional bersama, setelah berakhirnya konferensi umum kedelapan gerakan tersebut, pada Kamis (14/5/2026).
Kepala Kantor Hubungan Nasional Hamas sekaligus anggota biro politik Hossam Badran dalam sebuah pernyataan menyebutkan, konferensi itu merupakan kesempatan untuk mencapai perubahan dalam hubungan nasional internal Palestina dan dapat berkontribusi pada peningkatan kesiapan dan persiapan untuk menghadapi rencana Israel.
Badran menuduh Israel berupaya melenyapkan perjuangan Palestina secara sepenuhnya dengan memanfaatkan situasi internasional dan regional saat ini.
Dia menyerukan kepada kepemimpinan Fatah untuk mengadakan pertemuan langsung dengan Hamas setelah konferensi berakhir guna menyepakati sebuah strategi nasional Palestina mengenai semua isu yang menyangkut rakyat Palestina selama tahap sensitif ini.
"Sudah saatnya kita mengatasi perbedaan pendapat serta dampak dari masa lalu dan fokus pada masa kini maupun masa depan berdasarkan kemitraan nasional dan tanggung jawab bersama," kata Badran.
"Penting untuk mengambil langkah politik dan aksi nyata yang sepadan dengan pengorbanan rakyat Palestina," tambahnya.
Fatah, yang didirikan di bawah kepemimpinan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 1959, merupakan faksi terbesar dalam Organisasi Pembebasan Palestina dan telah menjadi kekuatan dominan di Otoritas Palestina.
Konferensi umum Fatah kedelapan dibuka pada Kamis di Kota Ramallah, Tepi Barat, dengan sesi-sesi yang diadakan secara bersamaan di Gaza, Kairo, dan Beirut.
Konferensi selama tiga hari ini diharapkan akan menghasilkan nama-nama jajaran anggota untuk dua badan kepemimpinan tertinggi gerakan tersebut, yakni Komite Sentral dan Dewan Revolusioner.
"Pada hari pertama penyelenggaraannya, konferensi umum Fatah kedelapan tersebut kembali memilih Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai pemimpinnya," ungkap kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Konferensi umum Fatah ketujuh diadakan di Ramallah pada 2016, di mana Abbas juga terpilih kembali sebagai pemimpin gerakan tersebut.
Fatah dan Hamas telah berselisih sejak 2007, ketika Hamas menguasai Gaza, sementara Fatah tetap dominan di Tepi Barat.
Kedua faksi Palestina itu terlibat dalam beberapa putaran perundingan di Beijing dan Kairo selama beberapa tahun terakhir guna mendorong rekonsiliasi internal Palestina dan membahas pengaturan pascaperang di Gaza.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·19 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·57 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan