Habib Syarief Dukung Percepatan Revitalisasi Sekolah Rusak, Prioritaskan Wilayah 3T
Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad mendukung percepatan revitalisasi sekolah dan satuan pendidikan rusak yang menjadi salah satu program
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad mendukung percepatan revitalisasi sekolah dan satuan pendidikan rusak yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kondisi sarana dan prasarana sekolah tidak boleh menjadi penghambat bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Kami mendukung percepatan revitalisasi sekolah rusak yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jangan sampai ada anak-anak kita yang belajar dalam kondisi sekolah yang rusak dan tidak layak,” ujar Habib Syarief, Sabtu (15/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Habib Syarief menanggapi pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menargetkan seluruh sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga pesantren, rampung direnovasi pada 2029. Pada 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 71.744 pendidikan" class="article-tag-link" rel="tag">satuan pendidikan direvitalisasi.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman agar anak-anak bisa belajar dengan baik dan mengembangkan prestasinya,” kata Habib Syarief.
Menurut dia, target revitalisasi tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan yang cepat, tepat sasaran, dan merata. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya mengejar jumlah sekolah yang diperbaiki, tetapi juga memastikan kualitas bangunan memenuhi standar keamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Yang harus menjadi perhatian adalah kualitas revitalisasinya. Jangan sampai bangunannya diperbaiki tetapi beberapa waktu kemudian kembali mengalami kerusakan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan pada 2025. Jumlah tersebut kemudian diperluas dengan target 71.744 satuan pendidikan pada 2026.
Habib Syarief menilai lingkungan belajar yang layak memiliki kaitan erat dengan kualitas proses pendidikan. Ruang belajar yang aman dan nyaman akan membantu siswa berkonsentrasi, mengikuti pembelajaran dengan baik, serta mengembangkan potensi dan prestasinya secara optimal.
“Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman agar dapat berkonsentrasi, mengikuti pembelajaran dengan baik, serta mengembangkan potensi dan prestasinya secara optimal,” tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan percepatan revitalisasi benar-benar menjangkau wilayah 3T, termasuk sekolah-sekolah yang berada di daerah kepulauan dan kawasan terpencil.
Menurut Habib Syarief, pemerataan akses harus menjadi salah satu indikator keberhasilan program revitalisasi. Jangan sampai program hanya menyasar sekolah di wilayah yang mudah dijangkau, sementara sekolah di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
“Yang harus menjadi perhatian adalah kualitas revitalisasinya. Sekolah yang diperbaiki harus benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, sehat, bersih, dan nyaman,” tegasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·17 menit yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
-
NASIONALBursah Zarnubi Ingin Putra-putri Lahat Punya Keterampilan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Melemah ke Rp17.783 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal The Fed
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOSultan Najamudin Dorong Aturan AI hingga Tata Ulang Ketatanegaraan
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAKapolri: Silat Tjimande dan Debus Banten Berpotensi jadi Sumber Devisa Daerah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
-
SEPAKBOLAPersijap Takluk 1-2 dari Persib, Mario Lemos Akui Timnya Buat Kesalahan
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan