Nusantaraterkini.co, LAHAT – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melanjutkan "Maraton Infrastruktur" di Lahat dengan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Jembatan Flyover KM 111 khusus batubara milik PT Serpo Lintas Raya, Jumat (16/1/2026).
Proyek flyover ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penataan jalur logistik batubara untuk membuat nyaman pengguna jalan umum di lintas Kabupaten Lahat-Muara Enim.
Deru mengatakan penataan jalur angkutan batubara bukan hanya persoalan teknis, melainkan murni masalah kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat yang telah bertahun-tahun terdampak.
"Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berbagi ruang dengan kendaraan besar bermuatan batubara di jalan umum. Ini bukan soal pemerintah kejam terhadap industri, tapi ini soal hati nurani," katanya.
Jembatan flyover sepanjang 370 meter dengan lebar 11 meter ini dirancang sebagai jalur yang akan memutus persinggungan antara truk batubara dengan kendaraan masyarakat.
Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana seiring kemajuan masyarakat yang semakin sadar akan haknya.
Baca Juga : Jalur PALI–Musi Rawas Ditargetkan Bebas Blankspot Sebelum Lebaran 2026
Setelah terjadinya kecelakaan di Jembatan Sungai Lalan dan Air Lawai, Pemprov Sumsel mengambil kebijakan tegas.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan keputusan mendadak melainkan melalui proses pertimbangan panjang.
“Kita tidak bisa terus menunggu kajian, FGD, dan rapat tanpa ujung, sementara keselamatan masyarakat terancam,” tegasnya.
Baca Juga : Atasi Banjir Air Sugihan, Bupati Muchendi Instruksikan Perbaikan Pintu Air dan Normalisasi Sungai
Pembangunan underpass ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan tambang lainnya. Dengan selesainya underpass, arus angkutan batubara dan lalu lintas masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.
“Pembangunan ini membutuhkan waktu hampir satu tahun. Saya minta dukungan semua pihak, mulai dari BBPJN, Dinas Bina Marga, hingga instansi terkait di kabupaten untuk terus memantau progres dan kondisi lalu lintas harian,” tuturnya.
Ia menyampaikan pembangunan infrastruktur tersebut bersifat wajib, bukan sekadar anjuran. Hal ini menjadi bukti keseriusan perusahaan tambang dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Baca Juga : Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari
“Mari kita dukung aksi baik ini agar selesai tepat waktu, konstruksinya aman, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Mustika Indah Permai, Mulyadi Wibowo menjelaskan pembangunan underpass merupakan komitmen perusahaan dalam mewujudkan jalur transportasi batubara yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Menurutnya, pembangunan underpass tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas, tetapi juga bentuk dukungan terhadap keberlanjutan industri batubara serta pelaksanaan Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11 Tahun 2025 tentang penggunaan jalan khusus batubara.
Baca Juga : Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman, Kapolres Musi Rawas Imbau Warga Muara Lakitan Waspada
PT MIP memiliki visi menjadi perusahaan tambang dengan praktik terbaik di Sumsel yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja, kepedulian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan keselamatan. Underpass ini akan membawa manfaat besar bagi distribusi batubara maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Ia juga mengimbau selama proses konstruksi akan timbul gangguan dan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Untuk itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf dan memastikan upaya mitigasi akan dilakukan untuk meminimalkan dampak yang terjadi.
Baca Juga : Polrestabes Palembang Mulai Berlakukan Tilang Lewat Ponsel pada 2 Februari 2026
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widyaningsih menambahkan, pembangunan tersebut menjawab keresahan masyarakat khususnya terkait isu sosial dan lingkungan.
“Sekarang udara semakin sejuk, anak-anak sudah bisa bermain di teras pada sore hari, dan masyarakat kembali dapat membuka jendela rumah mereka,” ungkap dia.
(Tia/nusantaraterkini.co).
