Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Erupsi Gunung Sinabung, Pemprov Sumut Percepat Evakuasi dan Jamin Logistik Pengungsi ​

Erupsi Gunung Sinabung naik Level III Siaga. Pemprov Sumut percepat evakuasi dan pastikan logistik serta fasilitas pengungsi terpenuhi.

Gubernur Sumur Bobby Nasution meninjau langsung Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran Selasa (1/9/2026).(foto: diskominfo sumut)
Gubernur Sumur Bobby Nasution meninjau langsung Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran Selasa (1/9/2026).(foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.co — Pemerintah Provinsi menetapkan langkah cepat menyusul peningkatan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menginstruksikan percepatan masyarakat yang bermukim di serta menjamin seluruh fasilitas dasar pengungsian terpenuhi secara layak. 

​Keputusan menaikkan status Gunung Sinabung ini diterbitkan oleh Pusat Vulkanologi dan Geologi () Badan Geologi Kementerian ESDM terhitung sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB. Langkah tersebut diambil setelah erupsi menyemburkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak, disertai peningkatan aktivitas gempa vulkanik secara terus-menerus. 

​"Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka," tegas saat memimpin rapat koordinasi darurat di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026). 

​Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, mengungkapkan, pemantauan visual dan seismik mendeteksi pergerakan magma yang telah mencapai permukaan. Munculnya titik panas (hotspot) mengindikasikan lava sudah berada di permukaan dan berisiko membongkar kubah lava lama akibat dorongan tekanan dari dalam. "Kondisi ini berpotensi memicu erupsi berskala besar sebagaimana yang pernah terjadi pada periode 2019 dan 2020," ungkapnya.

​Merespons potensi ancaman tersebut, menetapkan rekomendasi radius 3 kilometer dari puncak, serta perluasan sektoral hingga 6 kilometer ke arah timur dan selatan. 

​Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan, pemukiman yang menjadi fokus utama pengosongan adalah Desa karena berada di lingkaran zona merah. Dari total 140 KK atau sekitar 684 jiwa penduduk desa tersebut, sebanyak 280 jiwa telah berhasil dievakuasi ke titik pengungsian di Gedung Korpri, Jambur Desa Suka Nalu, dan Jambur Desa Suka Tepu. 

​"Untuk mengamankan warga yang masih mengolah lahan di siang hari, Pemkab Karo bersama aparat menyiagakan armada angkutan antar-jemput. Sementara untuk desa di luar zona utama seperti Desa Payung, personel dan kendaraan operasional tetap disiagakan guna mengantisipasi pemburukan situasi," ujarnya.

Jaminan Fasilitas Pengungsian dan Keamanan Ternak

​Usai menggelar rapat koordinasi, Bobby Nasution meninjau langsung Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan . Dalam dialognya bersama , Gubernur menekankan pentingnya standardisasi fasilitas tempat penampungan agar warga merasa tenang dan tidak terdorong kembali ke zona rawan sebelum kondisi dinyatakan aman. 

​"Kita pastikan fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," ujar Bobby. 

menyalurkan bantuan perlengkapan tidur berupa tikar dan selimut, penambahan titik penerangan, penyiapan fasilitas air bersih, serta pembenahan sanitasi dan toilet portabel. Dapur umum dari Dinas Sosial dan mobil tangki air juga disiagakan penuh. Selain itu, armada bus angkutan khusus disiapkan bagi anak-anak sekolah terdampak, di samping opsi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah lapangan. 

​Guna meredam kekhawatiran warga akan aset yang ditinggalkan, personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penjagaan rutin terhadap area pemukiman, ladang, dan hewan ternak milik

​Penutupan Akses Wisata

​Sebagai bentuk respon cepat mitigasi di lapangan, sebanyak 843 personel gabungan di bawah Komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo disiagakan. Lebih dari 35.000 masker gratis telah dibagikan kepada warga, disertai penyiraman sisa di ruas jalan utama wilayah Berastagi. Petugas juga menutup total akses jalan dan area wisata di sekitar kawasan rawan, termasuk objek wisata

​Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di kawasan pada 1–5 September 2026.

"Hujan dapat memicu banjir dan tanah longsor di sepanjang aliran sungai dari puncak Sinabung," ungkapnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait