Erupsi Gunung Sinabung, Pemprov Sumut Percepat Evakuasi dan Jamin Logistik Pengungsi
Erupsi Gunung Sinabung naik Level III Siaga. Pemprov Sumut percepat evakuasi dan pastikan logistik serta fasilitas pengungsi terpenuhi.
Nusantaraterkini.co, KARO — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan langkah cepat menyusul peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menginstruksikan percepatan evakuasi masyarakat yang bermukim di zona bahaya serta menjamin seluruh fasilitas dasar pengungsian terpenuhi secara layak.
Keputusan menaikkan status Gunung Sinabung ini diterbitkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terhitung sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB. Langkah tersebut diambil setelah erupsi menyemburkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak, disertai peningkatan aktivitas gempa vulkanik secara terus-menerus.
"Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka," tegas Bobby Nasution saat memimpin rapat koordinasi darurat di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).
Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, mengungkapkan, pemantauan visual dan seismik mendeteksi pergerakan magma yang telah mencapai permukaan. Munculnya titik panas (hotspot) mengindikasikan lava sudah berada di permukaan dan berisiko membongkar kubah lava lama akibat dorongan tekanan dari dalam. "Kondisi ini berpotensi memicu erupsi berskala besar sebagaimana yang pernah terjadi pada periode 2019 dan 2020," ungkapnya.
Merespons potensi ancaman tersebut, PVMBG menetapkan rekomendasi zona bahaya radius 3 kilometer dari puncak, serta perluasan sektoral hingga 6 kilometer ke arah timur dan selatan.
Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan, pemukiman yang menjadi fokus utama pengosongan adalah Desa Kuta Tengah karena berada di lingkaran zona merah. Dari total 140 KK atau sekitar 684 jiwa penduduk desa tersebut, sebanyak 280 jiwa telah berhasil dievakuasi ke titik pengungsian di Gedung Korpri, Jambur Desa Suka Nalu, dan Jambur Desa Suka Tepu.
"Untuk mengamankan warga yang masih mengolah lahan di siang hari, Pemkab Karo bersama aparat TNI-Polri menyiagakan armada angkutan antar-jemput. Sementara untuk desa di luar zona utama seperti Desa Payung, personel dan kendaraan operasional tetap disiagakan guna mengantisipasi pemburukan situasi," ujarnya.
Jaminan Fasilitas Pengungsian dan Keamanan Ternak
Usai menggelar rapat koordinasi, Bobby Nasution meninjau langsung Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran. Dalam dialognya bersama pengungsi, Gubernur menekankan pentingnya standardisasi fasilitas tempat penampungan agar warga merasa tenang dan tidak terdorong kembali ke zona rawan sebelum kondisi dinyatakan aman.
"Kita pastikan fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," ujar Bobby.
Pemprov Sumut menyalurkan bantuan perlengkapan tidur berupa tikar dan selimut, penambahan titik penerangan, penyiapan fasilitas air bersih, serta pembenahan sanitasi dan toilet portabel. Dapur umum dari Dinas Sosial dan mobil tangki air juga disiagakan penuh. Selain itu, armada bus angkutan khusus disiapkan bagi anak-anak sekolah terdampak, di samping opsi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah lapangan.
Guna meredam kekhawatiran warga akan aset yang ditinggalkan, personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan penjagaan rutin terhadap area pemukiman, ladang, dan hewan ternak milik pengungsi.
Penutupan Akses Wisata
Sebagai bentuk respon cepat mitigasi di lapangan, sebanyak 843 personel gabungan di bawah Komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo disiagakan. Lebih dari 35.000 masker gratis telah dibagikan kepada warga, disertai penyiraman sisa abu vulkanik di ruas jalan utama wilayah Berastagi. Petugas juga menutup total akses jalan dan area wisata di sekitar kawasan rawan, termasuk objek wisata Danau Lau Kawar.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di kawasan Karo pada 1–5 September 2026.
"Hujan dapat memicu banjir lahar dingin dan tanah longsor di sepanjang aliran sungai dari puncak Sinabung," ungkapnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·36 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan