Erupsi Gunung Lewotobi jadi Pengingat untuk Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Bencana ini menjadi pengingat Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Maria Yohana Esti Wijayati mengatakan, Erupsi Gunung Lewotobi telah membuka mata tentang ketimpangan pendidikan di daerah-daerah tertinggal.
Sehingga, menurut dia, bencana ini menjadi pengingat Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.
“Ini bukan sekadar bencana alam, tapi potret ketimpangan pendidikan kita. Kalau infrastruktur dasar saja tidak kuat apalagi ini ada yang tidak ada, bagaimana kita bicara mutu pendidikan?,” katanya, Senin (9/12/2024).
Ia juga mendorong adanya pendampingan psikologis bagi siswa terdampak. Karena trauma akibat bencana dan belajar di tempat pengungsian bisa berdampak panjang jika tidak segera ditangani.
“Pendidikan di pengungsian tidak hanya memengaruhi akademik, tetapi juga psikologis anak-anak. Program trauma healing harus menjadi prioritas untuk membantu mereka pulih. Ini adalah masa ujian akhir semester. Anak-anak yang terganggu secara emosional tentu tidak bisa maksimal dalam belajarnya,” tutur legislator PDIP ini.
Di samping itu, Esti juga menyerukan bantuan khusus untuk para mahasiswa yang terdampak bencana berupa KIP Kuliah. Menurutnya upaya tersebut memainkan peran krusial, agar mereka tidak terbebani isu keuangan untuk melanjutkan pendidikan.
“Bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, mungkin mereka masih memiliki jaminan. Tapi bagaimana dengan mereka yang kuliah secara mandiri? Orang tua mereka tidak mungkin mencari nafkah dalam kondisi bencana seperti ini,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ia berharap bencana erupsi Gung Lewotobi tersebut dapat menjadi momentum penting menuju pendidikan yang lebih adil dan merata di seluruh Indonesia dan menjadi ujian sekaligus peluang bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan di daerah tertinggal.
“Erupsi ini adalah pengingat bahwa nusantaraterkini.co/tag/pemerataan-pendidikan" class="article-tag-link" rel="tag">pemerataan pendidikan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Kita harus bergerak cepat agar tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena tempat lahirnya di pelosok negeri,” tandasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
ENTERTAIMENTAktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia, Dikenang Lewat Peran Ikonik di Petualangan Sherina
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSIrma Suryani Kritik Gubernur Kalsel soal Karhutla: Dinilai Tak Punya Empati terhadap Rakyat
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELKabut Asap di Palembang Berkurang Pasca Operasi Uji Coba Dry Ice, BMKG: Masih Perlu Observasi
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Lanjut Melemah Hari Ini, Jumat 16 Oktober 2026: Intip Saham Pilihan Analis
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALKPK Ungkap 5 Klaster Dugaan Korupsi Bupati Klaten, Uang Rp1,9 Miliar Diamankan
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWSPangeran Khairul Saleh Dukung Sanksi Tegas, Napi Lapas Cibinong Tak Dapat Remisi Setahun
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana Ungkap Motif Tersangka Pembakaran Lahan, Satu Dintaranya Tak Suka Perusahaan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPengacara Hercules Kembalikan Uang Rp800 Juta ke KPK, Ini Kaitannya dengan Kasus Korupsi ATR/BPN
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan