Erupsi Anak Krakatau Makin Berdampak, Eddy Soeparno Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga
Eddy Soeparno meminta pemerintah memperkuat perlindungan warga terdampak erupsi Anak Krakatau, termasuk informasi, masker, dan layanan kesehatan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat perlindungan masyarakat menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Eddy menilai keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia juga meminta pemerintah menyediakan kanal informasi khusus yang menyampaikan perkembangan erupsi secara cepat, akurat, dan berkala kepada masyarakat.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Abu vulkanik juga terpantau mencapai ketinggian hingga 20.000 kaki ke arah timur dan 50.000 kaki ke arah barat.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap keselamatan penerbangan dan menyebabkan sejumlah bandara ditutup sementara.
"Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Warga harus terlindungi, mendapatkan informasi yang cepat dan akurat, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan," kata Eddy, Senin (7/9/2026).
Menurut Eddy, informasi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah perlu diterjemahkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat. Panduan tersebut antara lain mencakup wilayah terdampak, kondisi kualitas udara, aktivitas di luar ruangan, serta langkah perlindungan kesehatan saat terjadi hujan abu vulkanik.
Ia juga meminta ketersediaan masker dan kebutuhan kesehatan bagi masyarakat terdampak dipastikan memadai. Fasilitas kesehatan, kata dia, perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
"Di tengah situasi seperti ini, informasi juga merupakan bentuk perlindungan. Masyarakat harus tahu apakah wilayahnya terdampak, bagaimana kondisi udaranya, apakah aman melakukan aktivitas di luar rumah, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi hujan abu," ujarnya.
Eddy menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga karena dampak erupsi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gunung api. Pemantauan pergerakan abu di atmosfer, keselamatan penerbangan, kesehatan masyarakat, hingga kondisi wilayah pesisir membutuhkan penanganan yang terintegrasi.
Politikus PAN itu juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah dan otoritas terkait.
"Saya mengajak publik untuk tidak panik, tetapi jangan meremehkan risiko. Pemerintah harus cepat hadir untuk melindungi masyarakat dan masyarakat harus mengikuti informasi resmi. Keselamatan masyarakat tentunya menjadi prioritas utama," pungkas Eddy.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPerkuat Ekosistem Peternak Mikro, Bulog Sumsel Babel Salurkan 1.252 Ton Jagung SPHP
hendra·1 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·18 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·43 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan