Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Eks Presiden Jair Bolsonaro Ditahan Mahkamah Agung Usai Terbukti Rusak Gelang Pengawas Elektronik

Mahkamah Agung Brasil menahan Jair Bolsonaro setelah terbukti merusak gelang pengawas elektronik dan dianggap berisiko melarikan diri.

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro (Foto: AFP)
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro (Foto: AFP)
A A

Nusantaraterkini.co,​BRASILIA– Mantan Presiden Brasil kembali menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menahannya menyusul dugaan kuat upaya melarikan diri dari tahanan rumah. Keputusan dramatis ini diambil setelah ditemukan bukti bahwa Bolsonaro berupaya merusak gelang pemantau elektronik yang terpasang di kakinya.

​Bolsonaro, yang tengah menjalani masa tahanan rumah sambil menunggu banding atas vonis 27 tahun penjara terkait pasca-Pemilu 2022, kini dianggap oleh MA sebagai "risiko tinggi" untuk melarikan diri.

Baca Juga : Mantan Presiden Prancis Sarkozy Mulai Jalani Masa Tahanan pada 21 Oktober 

Hakim Agung Alexandre de Moraes yang memimpin kasus ini, menggarisbawahi urgensi penahanan tersebut.
​
“Penahanan ini merupakan langkah pencegahan selama proses banding berlangsung. Bukti menunjukkan adanya upaya yang jelas untuk menonaktifkan alat pengawas,” ujar Hakim Moraes, seperti dilansir RMOL, Minggu (23/11/2025).

​Dalam rekaman video pengadilan yang dipublikasikan, Bolsonaro mengakui perbuatannya menggunakan solder pada gelang pemantau yang dipasang di kondominium mewahnya di Brasilia.

“Saya melakukannya karena rasa penasaran,” kata mantan pemimpin sayap kanan itu dalam video tersebut, meskipun rekaman itu memperlihatkan gelang pemantau dalam kondisi rusak parah dan terbakar.

​Lebih lanjut, Hakim Moraes menyinggung bahwa tindakan percobaan perusakan alat pemantauan ini dilakukan pada Sabtu dini hari, 22 November 2025, yang dicurigai sebagai bagian integral dari rencana pelarian yang lebih besar.

Baca Juga : Eks Presiden Korsel Yoon Ditahan Usai Pengadilan Keluarkan Surat Penangkapan

Rencana tersebut, menurut Moraes, diduga akan memanfaatkan potensi kericuhan dari aksi berjaga atau vigil yang digagas oleh putra sulung Bolsonaro, , di depan kediaman sang mantan presiden. 

Flavio sendiri sebelumnya sempat menyerukan kepada para pendukung ayahnya untuk “berjuang demi negara kalian.”
​
Hakim Agung Moraes memperingatkan bahwa kerumunan semacam itu berpotensi menciptakan kekacauan dan kondisi yang kondusif bagi . Oleh karena itu, pasca-insiden ini, pengacara Jair Bolsonaro telah diberi waktu 24 jam untuk memberikan penjelasan resmi kepada Mahkamah Agung terkait insiden percobaan perusakan gelang pemantau elektronik tersebut.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru