Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Edukasi Bahaya TB Secara Masif ke Masyarakat Harus Segera Dilakukan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Edukasi dan sosialisasi akan bahaya tuberkulosis (TB) harus dilakukan secara masif, agar masyarakat memahami dan peduli dengan pencegahan dan pengobatan TB yang harus dilakukan hingga tuntas. 

"Pemahaman masyarakat yang terbatas terkait tuberkulosis harus menjadi perhatian semua pihak dalam upaya mencegah dan mengatasi peningkatan jumlah kasus TB di tanah air," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Senin (8/7/2024). 

Baca Juga : Alat-alat Pendeteksi Covid-19 Bakal Dimanfaatkan untuk Pemeriksaan TB

Diketahui, berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memperkirakan kasus baru tuberkulosis (TB) pada 2024 mencapai 1.092.000 kasus. 

Baca Juga : MPR Dorong Keterlibatan Semua Pihak dalam Pencegahan dan Pengendalian TB

Capaian penanganan TB pada 2023, tercatat 77% atau 821.200 penemuan kasus dari target 90%. Sedangkan kasus yang telah diobati mencapai 88% atau 722.863 kasus dari target 100%. 

Berdasarkan capaian itu tercatat pengobatan sukses mencapai 87% untuk TB SO (TB yang biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyerang organ tubuh lain) dan 80% untuk TB RO (TB paru dan TB ekstra paru yang kebal atau resisten terhadap obat pada lini pertama atau obat TB SO sebelumnya). 

Baca Juga : Mahasiswa UMTS KKN di Lapas Padangsidimpuan

Menurut Lestari, belum terpenuhinya capaian 100% pengobatan TB harus diwaspadai bersama, karena berpotensi memicu penularan lebih lanjut di masyarakat. 

Baca Juga : Hari Kesadaran Nasional, ASN Pemprov Sumut Diminta Tingkatkan Kesadaran TBC

Rerie sapaan akrab Lestari berpendapat upaya menyosialisasikan pencegahan dan langkah pengobatan TB merupakan hal penting yang harus dilakukan segera. 

Menurutnya, yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, kepedulian antara pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah terkait upaya sosialisasi pencegahan dan penanganan TB harus diwujudkan, dalam upaya mencegah munculnya kasus baru. 

Baca Juga : Kasus Kekerasan Sekolah Melonjak, Regulasi Baru Dinilai Tak Cukup jika Tanpa Eksekusi Nyata

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap potensi munculnya kasus baru TB dapat terus ditekan dengan berbagai langkah pencegahan yang masif dan melibatkan masyarakat luas. 

Baca Juga : MPR Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pelestarian Budaya Nasional

Dengan begitu, tegas Rerie, kita dapat berharap mampu merealisasikan komitmen Indonesia mewujudkan eliminasi TB pada 2030.

(cw1/nusantaraterkini.co)