Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Yuda Pratiwi Setiawan mengungkapkan inovasi baru dalam pemanfaatan alat-alat medis eks-Covid-19 yang kini tidak lagi digunakan usai menurunnya kasus dan status dari pandemi menjadi endemi.
Selanjutnya alat-alat tersebut, yang sebelumnya berfungsi untuk mendeteksi Covid-19, akan digunakan untuk pemeriksaan gejala Tuberkulosis (TB).
Baca Juga : Mahasiswa UMTS KKN di Lapas Padangsidimpuan
"Alat yang dulu digunakan untuk Covid-19 sekarang sudah tidak terpakai karena gejalanya (kasusnya) sudah sedikit. Sekarang, alat tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi gejala TB," katanya kepada wartawan, kemarin.
Baca Juga : Kasus ISPA di Medan Meningkat, DPRD Minta Pemerintah Tak Hanya Beri Imbauan
Ia menyebutkan, informasi ini diperoleh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dan pihaknya berencana menganggarkan tambahan alat pada tahun 2025.
Menurut Yuda, peralatan ini sudah tersedia di beberapa lokasi, termasuk RSUD dr Pirngadi Medan, RSU Haji Medan, RS Paru, dan di 10 Puskesmas yang akan disebar di berbagai wilayah Medan.
Baca Juga : Mantan Jubir Covid-19 Kota Medan Ditunjuk jadi Direktur RSUD Pirngadi, Fokus Benahi SDM dan Layanan Obat
"RS Pirngadi Medan memiliki dua alat, dan rencananya satu akan dipindahkan ke Puskesmas agar lebih mudah diakses masyarakat," jelasnya.
Baca Juga : Eksekusi Pasar Sambas Ditunda, Pedagang: Kami Lega Bisa Dagang saat Imlek dan Lebaran
Program ini, sebutnya, akan berjalan secara gratis untuk masyarakat. Program ini menargetkan pemeriksaan terhadap 10.000 orang setiap tahunnya.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kota Medan berharap bisa mengurangi jumlah kasus TB di masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dini.
"Kita berharap, dengan pemanfaatan alat ini, bisa membantu mendeteksi TB lebih dini. Banyak kasus yang ditemukan dalam kondisi sudah parah karena gejalanya tidak terdeteksi sebelumnya," tandasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
