Nusantaraterkini.co, MEDAN - Setelah empat tahun vakum, dunia seni di Medan kembali menggeliat lewat Pesta Seni Medan (PESAN) yang digagas oleh Konsorsium Seniman Medan (KSM), Jumat (11/10/2024).
Dukungan ini datang dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara (Sumut), Sukronedi, yang melihat inisiatif ini sebagai momentum penting bagi para seniman untuk bangkit dan berkreasi.
Baca Juga : Gereja Puhsarang di Kediri Ditetapkan Jadi Cagar Budaya
“PESAN ini ibarat angin segar bagi para seniman. Mereka akhirnya punya ruang lagi untuk berekspresi, setelah sekian lama seolah mati suri. Ini benar-benar jadi penggerak baru, membawa semangat bagi mereka yang rindu berkarya,” ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co
Baca Juga : Berusia 400 Tahun, Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman Disusul jadi Cagar Budaya
Menurutnya, tugas BPK Wilayah II adalah menjaga dan melestarikan cagar budaya serta nilai-nilai budaya yang ada. Salah satu program unggulan yang akan mereka dorong ke depan adalah penyusunan naskah akademik Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yang akan diusulkan dari Sumut.
“Bukan hanya soal seni, tapi juga budaya. Tahun depan kami rencanakan berbagai festival, mulai dari festival multi etnik hingga permainan tradisional. Ini semua untuk memperkaya warisan budaya kita dan melibatkan masyarakat dalam prosesnya,” jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota kota Medan Support Seniman dengan Menyediakan Tempat untuk Meningkatkan Potensi
Tak hanya berhenti di situ, BPK Wilayah II juga menyediakan program fasilitasi pemajuan kebudayaan (FPK) yang memungkinkan seniman, baik individu maupun sanggar, untuk mengakses dana guna mempertahankan dan mengembangkan karya-karya seni mereka.
Baca Juga : Melly Goeslaw Desak Revisi UU Hak Cipta: Negara Harus Hadir Melindungi Seniman!
“Kami ingin pastikan seni di Sumut terus hidup. Jangan sampai vakum lagi. Program ini penting agar seniman bisa terus berkarya dan menciptakan ruang-ruang kreativitas yang lebih luas,” tambahnya.
Sukronedi menambahkan, bahwa Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, dijadwalkan hadir pada acara tersebut, menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan seni dan budaya di Sumut.
“Yang dibutuhkan seniman itu sederhana: ruang untuk berekspresi. Jika mereka diberikan ruang, mereka bisa berkreasi, dan itu juga akan berdampak pada ekonomi mereka. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik balik kebangkitan seni di Medan,” pungkasnya penuh harap.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
