Dugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
Anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta UGM bertindak tegas jika dugaan pelecehan seksual dalam grup chat mahasiswa terbukti.
Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ Anggota Komisi X DPR, Habib Syarief Muhammad mendukung langkah Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusut dan mendalami dugaan pelecehan seksual yang muncul dalam percakapan grup chat mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik.
Dugaan tersebut mencuat setelah tangkapan layar percakapan grup mahasiswa beredar luas di media sosial. Dalam percakapan yang beredar, terdapat sejumlah kata-kata sensitif yang dinilai merendahkan bagian tubuh perempuan.
Habib menilai pemeriksaan internal UGM penting dilakukan secara serius, hati-hati, dan objektif untuk memastikan fakta serta konteks percakapan secara utuh sebelum menentukan langkah maupun sanksi.
โKami mendukung langkah UGM untuk mengusut kasus ini secara serius, hati-hati, dan objektif. Jangan sampai ada tindakan yang diambil hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Tetapi apabila setelah pemeriksaan terbukti terjadi pelecehan atau kekerasan seksual, tentu harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,โ ujar Habib Syarief, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang pendidikan yang aman dan bermartabat. Kebebasan berkomunikasi, kata dia, tetap memiliki batas etika dan norma akademik.
โMahasiswa harus memahami bahwa kebebasan berkomunikasi bukan berarti bebas mengatakan atau menyebarkan apa saja. Ada batas etika, ada norma akademik, dan ada aturan hukum yang harus dihormati,โ katanya.
Habib menegaskan komentar atau percakapan bernuansa seksual yang merendahkan perempuan tidak semestinya dianggap sebagai candaan biasa.
Selain proses pemeriksaan, ia meminta UGM memastikan pihak yang terdampak mendapatkan perlindungan dan dukungan yang diperlukan. Penanganan kasus, menurutnya, tidak boleh semata-mata berorientasi pada pemberian sanksi.
Ia juga mendorong perguruan tinggi memperkuat edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual, termasuk pemahaman mahasiswa mengenai bentuk-bentuk perilaku yang dapat masuk dalam kategori pelecehan atau kekerasan seksual.
โPendidikan tinggi bukan hanya soal mencetak mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Karena itu, pencegahan kekerasan seksual harus menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi,โ tegasnya.
Habib turut mendorong perguruan tinggi lain memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, mulai dari edukasi dan kampanye kesadaran hingga penguatan satuan tugas serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan aman bagi pelapor.ย
(LS/Nuaantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOSidang Kasus Korupsi PNBP Belawan, Hakim Cecar Ahli Navigasi soal Prosedur Pengawasan Kapal
Fadli Tara·10 menit yang lalu -
NEWSDugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
hendra·44 menit yang lalu -
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·4 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan